Pemprov Sumbar Diminta Tingkatkan Cadangan Beras

Penulis -

Rabu, 3 Juli 2019 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Agar sesuai dengan jumlah penduduk, Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Arkadius meminta pemerintah provinsi untuk meningkatkan cadangan pangan berupa beras yang dititipkan di Perum Bulog karena jumlahnya masih rendah.

“Sesuai dengan jumlah penduduk Sumbar saat ini seharusnya cadangan beras yang dititipkan sebesar 584 ton sementara jumlah beras yang dititipkan hanya 342 ton sehingga ada kekurangan sekitar 242 ton lagi,” katanya, kemarin.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Menurut dia saat pembahasan rancangan peraturan daerah tentang penyelenggaraan ketahanan pangan, hal ini juga dikritisi oleh fraksi lainnya. Mereka mempertanyakan kekurangan tersebut dan meminta kepastian jumlah cadangan beras yang dititipkan tersebut.

Selain itu, Sumatera Barat telah memiliki peraturan daerah tentang kemandirian pangan sehingga kecukupan untuk kebutuhan konsumsi pangan masyarakat harus dipenuhi.

“Sebagai daerah yang telah memiliki status mandiri pangan seluruh aspek peningkatan produksi seperti irigasi pupuk harus diperhatikan oleh pemerintah, hingga cadangan pangan terpenuhi,” katanya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Menurut dia, banyak aspek yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov untuk meningkatkan hasil produksi pangan mulai dari perbaikan irigasi, pemanfaat lahan tidur serta ketersediaan pupuk untuk para petani bercocok tanam.

“Sektor pertanian merupakan unsur potensial yang memberikan pendapatan asli daerah dan perlu perhatian khusus dari pemprov,” katanya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Menurutnya dalam penyediaan pangan pemprov dan Bulog mesti melakukan koordinasi yang optimal. Ia mencontohkan ketika harga gabah murah harus ada langkah strategis yang diambil pemprov dan Bulog untuk mengantisipasinya agar petani tidak merugi karena rendahnya harga gabah.

“Cadangan pangan memiliki peran strategis saat terjadi kelangkaan pangan sehingga operasi pasar dapat dilakukan dan menghindari terjadinya lonjakan harga,” katanya.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB