Donny Moenek, Gubernur 6 Bulan, Jadilah 5 Tahun

Penulis -

Jumat, 28 Juni 2019 - 22:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Pria berkumis itu, jadi gubernur Sumbar hanya 6 bulan. Walau singkat, tapi berkesan.

“Terkesan saya, ia serius mengurus Masjid Raya, serius bertemu dengan para tokoh. Konfigurasi ekonom, birokrat dan penyelenggara pemerintah yang pas,” kata mantan Pemred Padang TV kepada prokabar.com, Jumat (28/6).

Donny Moenek saat wawancara di program TV

Terkesan karena Donny mengumpulkan tokoh-tokoh kepala daerah, ninik mamak dan tigo tungku sejarangan di Hotel Muara lalu berdiskusi. Ia juga mendapatkan sumbangan dari beberapa provinsi untuk melanjutkan pembangunan Masjid Raya yang terbengkalai.

Waktu penggalangan dana untuk Masjid Raya, Donny, sebagai Pj Gubernur yang tak memiliki kepentingan apa pun, kecuali untuk membangun Sumbar.

“Khusus untuk Masjid Raya, saat itu progres pembangunannya baru mencapai 49 persen dan telah menyerap dana pembangunan yang bersumber dari APBD sebesar Rp202,2 miliar.  Untuk melanjutkan pembangunan, masih dibutuhkan lagi dana mencapai Rp220 miliar.”

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Karena keterbatasan anggaran, pembangunan Masjid Raya ini berjalan pelan. “Makanya harus ada sumber lain. Sekarang saya sedang menjajaki kerja sama dengan Gubernur Papua,” ucap Ditjen Keuangan Daerah Kemendagri, kala itu.

Bekerja cepat

Donny lahir di Padang pada November 1960. Ia seorang pejabat penting di Kementerian Dalam Negeri. Sempat dipercaya wakil gubernur IPDN sekaligus staf ahli Mendagri. Sebelumnya menduduki jabatan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri. Dan saat ini dipercaya sebagai Sekjen DPD RI.

Presiden Jokowi mempercayainya sebagai Pejabat Gubernur Sumbar 15 Agustus 2015 sampai Februari 2016.

Donny sukses mengantarkan pilgub Sumbar dengan sukses, tanpa gejolak.

Donny saat menjabat sebagai pj Gubernur Sumbar

Di samping itu penetapan APBD Sumbar 5 tercepat di Indonesia. Ini terbukti ia bisa bekerja cepat. Selain itu bisa mengendalikan inflasi. lnflasi semasa dia jadi gubernur, pernah terendah sepanjang sejarah. Proyek fisik 2016 jika tak Januari maka bulan depan ditender padahal sebelumnya paling cepat Juni bahkan ada yang September.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Banyak pihak memintanya agar kembali pulang, untuk jadi gubernur.

Dekat dengan Pers

Selain berkisah tentang komitmennya membangun Sumbar, Reydonnyzar Moenek juga berkisah tentang lika-liku hidupnya. Dia adalah seorang birokrat Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri Indonesia (Kemendagri). Di awal kariernya sebagai birokrat, ia pernah jadi staf di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dari tahun 1989 sampai 1993. Karena keah­liannya menulis, ia dipercaya menjadi penulis dan penyusun naskah pidato Gubernur Jawa Tengah, Muhammad Ismail.

Donny ini mena­matkan pendidikannya di Seko­lah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Semarang sebe­lum melanjutkannya ke Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Tahun 1988 ia pun berhasil menyelesaikan kuliahnya di UGM dan selan­jutnya meneruskan studinya ke Filipina dan Australia.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Dalam karirnya ia pernah mendapat penghargaan dari The World Green Environment Union dan Pemerintah Korea Selatan dan Elshinta Award 2012. Penghargaan yang diberikan bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) Elshinta ke-13 itu lantaran dinilai sebagai narasumber yang tidak pelit memberikan keterangan kepada wartawan.

 

Dari tiga yang meraih penghargaan, Reydonnyzar mendapatkan penghargaan The Most Favourite juru bicara kementerian yang paling mudah dihubungi oleh media dan tidak  pelit berita, serta terbuka kepada publik. Donny bersama Johan Budi dari KPK, meraih Elshinta Award 2012.

“Komunikasi publik di institusinya bisa berjalan sangat baik berkat peran media. Karena pembangunan tidak bisa lagi dididirikan dengan kekuasaan, maka segala kritik dan aduan masyarakat harus diterima,” kata dia. (laf)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB