Daun Gambir 50 Kota Kini Dijual Mentah, Pemkab Habis Mainnya?

Penulis -

Rabu, 26 Juni 2019 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota diduga sudah kehabisan main mengurus komoditi gambir. Akibatnya, daun gambir diborong mentah-mentah oleh touke India dan dibeli langsung ke petani.

Ini dibuktikan, dengan telah berdirinya pabrik penampung daun gambir di Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Limapuluh Kota sejak beberapa waktu lalu.

Belakangan, pabrik yang didirikan bos asal India bernama PT Sumatera Resources Internasional (PT.SRI) itu, membuat gaduh dan ditolak masyarakat gara- gara pembuangan limbah yang merusak anak sungai.

Terlepas dari kondisi tekhnis PT SRI itu, pengusaha hortikultura Lima Puluh Kota Haji Desra justru menilai, masuknya pemodal asing (PMA) di sektor gambir, membuktikan, Pemkab belum bekerja serius mengurus komoditi unggulan Sumbar itu.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Kalau saya menilai, substansi persoalan bukan masalah teknis. Tapi bagaimana Pemkab memikirkan nilai tambah produk menjadi cathecine murni bukan menjual bahan mentah,” sebut Desra.

Kata dia, kalau hanya menjual bahan mentah, apa bedanya dengan yang terjadi selama ini. “Malah agak merosot, jika dulu gambir diolah langsung petani, sekarang malah daunnya masuk pabrik,” katanya.

Jika pemkab melalui BUMD yang mengelola, kata Desra, dipastikan petani gambir dan ekonomi daerah sangat terbantu karena potensi ekonomi yang dihasilkan dari nilai tambah produk mencapai puluhan triliun per tahun.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Jika produksi bahan mentah berkisar 68.400 ton per tahun, bisa dibayangkan jumlah uang beredar yang cukup besar didaerah sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat di Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh,” sebutnya.

Di negara maju, kata Desra, untuk produk strategis tidak diserahkan pada investor tetapi di kelola oleh negara /daerah. Jika diserahkan kepada investor tentu uang dari nilai tambah akan lari atau tidak beredar di daerah.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Inilah substansi persoalan yang sering dilupakan atau memang komitmen untuk itu tidak ada,” sesal Haji Desra.

Pemkab Limapuluh Kota sendiri, sudah mengizinkan berdirinya pabrik penampung daun mentah gambir. Sementara, di sisi lain, Pemkab juga sempat membangun reai gudang.

Pembangunan resi gudang gambir, dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan UKM. Sementara itu, Kabid Tenaga Kerja Dinas Perindustrian Tenaga Kerja Datuk Rizal membenarkan, ada tenaga asing asal India yang mengelola pabrik gambir. “Izinnya lengkap,” sebut dia. (Vbm)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB