Petani Ikan Nyaris Mati Suri di Pasaman, Ada Apa

Penulis -

Jumat, 21 Juni 2019 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Bisnis ikan kosumsi dilanda kelesuan di Pasaman. Ada yang mati suri, ada pula petani yang benar-benar mati usahanya, alias meninggalkan usaha berkolam ikan.

Sebabnya, harga pakan ikan selangit. Sementara nilai jual ikan kolam kosumsi, begitu-begitu saja. Malahan adanya harga kerap turun.

Salah seorang petani ikan di Rao, Ongah Il mengatakan, saat ini harga pakan ikan jenis pelet apung mencapai Rp280 ribu per karungnya. Ini jauh dari harga biasa yang berkisar Rp200 ribuan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Harga pakan yang terus meroket, sedangkan harga jual malah anjlok. Ini sangat memukul semangat dan kantong kami petani,” kata Ongah.

Disamping itu kata Ongah Il, daerah pasar penjualan ikan pun kian tidak menentu. Belum lagi menurunnya permintaan konsumen di sejumlah daerah langganan. Sebab, persaingan bisnis ikan kosumsi ini sangat ketat.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Kalau daerah lain, baik di utara Padang Sidempuan atau selatan, Bukittinggi dan Payakumbuh, orang itu berani banting harga ikan. Sebab, suplai pakan kemungkinan besar masih normal. Pasaman, mahal pakan ikan karena faktor ongkos,” jelas Ongah.

Hal senada juga disampaikan oleh Petani Ikan lainnya, Acep yang menilai keluhan petani ini cenderung tidak ditanggapi oleh pihak pemerintah daerah setempat.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Dulu pihak Pemda setempat pernah berjanji tentang pendirian pabrik pakan ikan untuk menjawab permasalahan petani ikan. Sampai kini, diam-diam saja. Mau bagaimana lagi, usaha kami antara hidup segan mati tak mau,” tukas Acep. (Ola).

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB