Jakarta, Prokabar – Setelah ditunjuk Kementerian BUMN untuk jadi koordinator penyerahan bantuan korban banjir, PT Pertamina (Persero) berhasil mengumpulkan Rp 1,25 Milyar. Bantuan tersebut ditujukan bagi korban banjir di kawasan Konawe dan Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Sesuai informasi yang diterima Prokabar.com, PT Pertamina (Persero) telah menyerahkan berbagai bantuan yang terdiri dari dari mie instan, air mineral, biskuit, popok bayi, pembalut wanita, hingga pakaian layak pakai.
Menurut Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII, Hatim Ilwan sejak Jum’at (14/6) lalu, Pertamina sudah memberikan bantuan langsung dengan mendistribusikan 2.500 paket makanan cepat dan air mineral.

Saat penyaluran bantuan berlangsung, Pertamina juga berkoordinas dengan pihak terkait diantaranya Posko Induk Kecamatan Pondidaha, BNPB Provinsi Sultra, BPBD Kabupaten Konawe, BPBD Kabupaten Konawe Utara dan Korem 143/Halu Oleo.
Pertamina juga mengapresiasi ke-22 BUMN dan afiliasinya yang telah memberikan bantuan kepada korban banjir yang dibalut dalam program BUMN Hadir Untuk Negeri.
Selain Pertamina (Persero), BUMN lainnya tersebut yaitu Semen Indonesia, BNI, Jamkrindo, Perum Bulog, BRI, Kimia Farma, Telkom, PLN, Askrindo, Jasa Raharja, Pos Indonesia, Pertamina Lubricants, Perumnas, Jasindo, Wijaya Karya, PP, Pegadaian, PTPN XIV, KAI, Sucofindo dan Asabri.
Sampai saat ini bantuan logistik dari berbagai BUMN sudah disalurkan ke Kabupaten Konawe melalui Posko Induk Kecamatan Pondidaha, Desa Hongoa, Desa Tawarolondo dan Desa Lalohao.

Meski sempat mengalami hambatan untuk menembus Kabupaten Konawe Utara lantaran ketinggian banjir mencapai 2 meter, menurut Hatim, tim relawan Pertamina sudah berhasil melakukan survey ke lokasi. “Dan segera akan dilanjutkan dengan pengiriman logistik,” ujarnya.
Dalam menyalurkan bantuan, Pertamina juga menurunkan langsung pekerjanya ke lokasi banjir. “Hingga saat ini 5 (lima) orang tim relawan Pertamina telah berada di lokasi, insyaa Allah besok akan kita tambah lagi 3 (tiga) orang yang kesemuanya adala pekerja Pertamina,” ungkap Hatim.
Meski dalam suasana bencana, Hatim juga menegaskan pihaknya terus memastikan kelancaran stok dan distribusi produk-produk Pertamina agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan akan BBM dan Elpiji. “Kami juga ikut bantu LPG ke dapur-dapur umum pengungsi,” tutup Hatim. (beb)
















