Padang, Prokabar — Kelamnya masa lalu Kota Padang, terhadap bencana gempa tahun 2009 lalu menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Padang, bahkan Indonesia.
Ratusan korban jiwa dan reruntuhan bangunan menjadi bukti nyata kedahsyatan gempa yang menghoyak Ranah Minang.
Masyarakat Padang tentu tidak mau hal itu akan terulang lagi. Bukan berarti menolak, tidak. Bencana tentu siapa yang tahu. Kuasa tuhan.
Salah satu antisipasi yakni dengan melakukan mitigasi bencana, atau Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam tersebut.
Seperti yang dilakukan TNI AU, Kamis (20/6). Tentara Nasional juga menghadirkan dua pesawat dan satu helikopter untuk mendukung Latihan Kesiapsiagaan Operasional Komando Operasi Angkatan Udara, saat digelarnya penanggulangan bencana yang dilaksanakan di Pangkalan Udara Sutan Sjahrir di Padang, Sumbar.
Dua pesawat yang dihadirkan dalam operasi adalah pesawat CN-295, dan Hercules C-130.
“Kita siap membantu masyarakat dalam melakukan mitigasi bencana,” Sebut Panglima Komando Operasi Angkatan Udara I Marsekal Muda TNI Fadjar Prasetyo, didampingi Komandan Lanud Sutan Sjahrir Kolonel Pnb Purwanto Adi Nugroho.
Mitigasi itu diikuti sekitar 210 peserta berasal dari TNI Angkatan Udara, Angkatan Laut, Angkatan Darat, Polri, BPBD, SAR, siswa SMK Penerbangan, pramuka, dan lainnya.
Operasi itu melaksanakan sejumlah kegiatan simulasi di antaranya pelaksanaan SAR dan evakuasi, penerjunan heli box, yang digelar selama dua hari, Kamis (20/6) hingga Jumat (21/6).
“Kalai bisa, kita juga akan fungsikan bandara yang ada di daerah rawan bencana,” tambahnya. (gas)
















