NTP Sumbar, Selama Bulan Mei Alami Penurunan

Penulis -

Rabu, 12 Juni 2019 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Badan Pusat Statistik Sumatera Barat menyatakan berdasarkan hasil pemantauan  harga-harga dipedesaan pada 11 kabupaten di Sumatera Barat periode Mei 2019, Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya sebesar 1,56%, yaitu dari 96,83 menjadi 95,32.

“Hal ini disebabkan oleh penurunan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,38% dan indeks harga pada kelompok barang dan jasa yang dikomsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian mengalami peningkatan sebesar 1,20%,”kata Kepala BPS Sumbar Sukardi, dalam siaran pers yang diterima, Rabu.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Menurutnya, pada bulan Mei 2019 NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 93,01 untuk subsektor tanaman pangan (NTPP), 81,18 untuk subsektor hortikultural (NTPH), 99,67 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR), 103,15 untuk subsektor peternakan (NTPT), dan 105,62 untuk subsektor perikanan (NTPN).

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Secara regional, di Sumatera Barat pada bulan Mei 2019 terjadi inflasi di daerah pedesaan sebesar 1,53% yang disebabkan terjadinya inflasi pada kelompok pengeluaran makanan sebesar 2,87%, seperti makan jadi, minuman, rokok dan tembakau.”ujar Sukardi.

Sukardi menjelaskan, Nilai Tukar Petani (NTP) diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam presentase) dan ini merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

NTP juga menunjukan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikomsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB