Gawat, Mainan Ini Makan Korban di Pasaman

Penulis -

Jumat, 7 Juni 2019 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Aksi koboi-koboian anak-anak memaikan pistol mainan di Pasaman, makan korban.
Mainan berpeluru plastik itu sedikitnya sudah menciderai mata 10 orang anak. Seluruh korban ini, baru terpantau dari dua tempat praktek dokter yang ada.

“Kami sangat menyayangkan hal ini terjadi. Di tempat saya saja, sudah tujuh orang anak yang berobat akibat tertembak peluru. Tidak tertutup kemungkinan masih banyak korban-korban lainnya,” kata dokter Donna yang praktek di Komplek Flamboyan, Jorong ll Pasar Rao, Nagari Tarung-Tarung, Kecamatan Rao, Jumat (7/6).

Lebih lanjut Direktur RSUD Lubuk Sikaping, dokter Yong Marzuhaili mengaku, di tempat prakteknya di Kauman, Nagari Tanjung Betung, Kecamatan Rao Selatan, juga sudah ada tiga orang korban yang ditangani.

“Semuanya juga korban peluru pistol mainan. Beruntung, yang terkena bukan bola matanya, kalaulah sempat bola mata yang kena, bisa-bisa buta,” kata dokter Yong.

Masyarakat berharap, momok menakutkan setiap tahunnya ini bisa ditangani oleh petugas dari instansi terkait. Mengingat, mainan pistol-pistol ini, sangat membahayakan. Tidak saja bagi anak-anak yang memaikan, namun juga bagi khalayak umum.

Pantauan Prokabar.com, momok pistol mainan ini sudah mendarah daging bagi anak-anak dan remaja. Asal sudah lebaran, penjualnya menyeruak dan dibeli anak-anak. Sudah seperti koboi pula mereka memegang mainan ini. Pagi-pagi, itu yang dimainkan. Apa saja yang nampak ditembak. Gawatnya, kalau sudah kumpul sesamanya, orang lewat yang ditembaki.

“Ini sangat mengganggu dan membahayakan. Kami harap aparat atau Satpol PP segera bertindak,” tukas dokter Donna. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB