Jakarta, Prokabar – Suasana buka puasa di sebuah restoran di daerah Cikini, Jakarta Pusat berlangsung hangat, Sabtu (1/6). Hari itu jadi hari istimewa bagi Abah, Emak, Euis, Ara dan Agil bertemu untuk pertama kalinya.
Ya, para pemain ‘Keluarga Cemara’ (Original) yang terdiri dari Abah (Agustinus Adi Kurdi), Emak (Novia Kolopaking), Euis (Ceria Hade), Cemara (Anisa Fujianti) dan Agil (Puji Lestari), saling melepas rindu.
Mereka sama-sama meluangkan waktu di tengah kesibukannya untuk bertemu dengan awak media. Sambil bersilaturahmi, mereka bersama sutradara juga penulis skenario, Dedi Setiadi serta produser, Anas Syahrul Alimi (Alimi Picture) mengumumkan rencana penggarapan film berjudul ‘Terimakasih Emak… Terimakasih Abah…’.
“Sejak dulu sebelum film Keluarga Cemara tayang di bioskop, saya sudah punya rencana. Tapi belum dapat produser yang pas. Akhirnya terhenti dan akhirnya judul itu sudah ada yang punya,” ujar Dedi, sang sutradara.
Melihat karya yang ditulisnya sejak tahun 1996 hingga 2004 tayang di bioskop, semangat Dedi mulai bangkit lagi. Gayung bersambut, ia dikenalkan dengan seorang produser yang juga promotor band musik asal luar negeri, Anas Syahrul Alimi.
“Akhirnya bertemulah dengan produser satu ini yang punya kerinduan pada ‘Keluarga Cemara’ lawas ini,” jelas Dedi.
Menanggapi penjelasan sang sutradara, Anas pun menyampaikan ketertarikannya untuk mengulang kembali kenangan masa lalunya.
“Jadi ketika Keluarga Cemara diputar di bioskop, saya kok ingat sama para pemain originalnya. Waktu saya nonton versi originalnya, saya masih kelas SD. Lalu ada yang menghubungkan ke penulis juga sutradara, terjadilah rencana pembuatan film ‘Terimakasih Emak… Terimakasih Abah…,” ujar Anas menambahkan.
Dalam skenarionya sendiri, mengisahkan perjuangan Emak merawat Abah yang sudah tua dan sakit-sakitan. Selain itu peran Emak bisa merangkul ketiga anak perempuannya yang kini sudah dewasa dan punya kehidupan masing-masing.
Bagaimana Emak dengan kasih sayangnya yang tak terbatas berusaha membahagiakan semuanya tanpa berharap balasan. Karena bagi Emak kebahagiaan keluarganya adalah kebahagiaan dirinya. (beb)
















