Padang Panjang, Prokabar — Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang secara berturut-turut mendapat kesempatan untuk membawa sebuah pertunjukan teaternya ke China Asean Theater Week (CATW) di China, September depan. Kesempatan ketiga kali tersebut dan tidak tergantikan sejak 2016. Hal ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika perguruan tinggi seni pertama di pulau Sumatera ini.
Rektor ISI Padangpanjang, Prof Novesar Jamarun mengatakan, kesempatan untuk hadir di China Asean Theater Week bukanlah kesempatan yang mudah di dapat. Pasalnya, Indonesia bahkan tidak terikat dengan kontrak bersama panitia, seperti halnya negara-negara lain yang mengirimkan pertunjukan ke ajang ini. “Namun, karena kesuksesan ISI menghadirkan pertunjukan yang baik, maka kesempatan tidak beranjak dari kita,” kata rektor.
Dijelaskannya, ajang ini adalah satu diantara sejumlah ajang internasional yang turut berkontribusi positif bagi penilaian terhadap ISI Padangpanjang di tingkat pusat. “Makin banyak kita terlibat dengan kegiatan internasional dan membangun jejaring dengan pihak luar negeri, maka penilaian itu akan semakin bagus. Dan ini sedang kita pacu terus menerus,” ungkapnya.
Sangat disadari, jejaring internasional sangat penting bagi pengembangan kekaryaan di sebuah perguruan tinggi seni. Apalagi saat ini, peta kesenian dunia sedang sangat dikuasai oleh para seniman Asia, termasuk Indonesia.
“Kita harus mengambil peran dalam perkembangan seni dunia. Kita harus terbaca dalam peta perkembangan tersebut. Jadi ini bukan hanya untuk hari ini saja, tetapi yang terpenting adalah bagi generasi seni masa depan. Siapa lagi kalau bukan mahasiswa kita yang sekarang sedang menuntut ilmu. Jadi, kita sudah meretas jalan untuk mereka hingga bisa berkiprah sampai ke luar negeri,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Internasional, Hendra Nasution menjelaskan, total mahasiswa yang akan berangkat dalam program pertunjukan ke China ini 11 orang. Mereka akan menetap selama 1 minggu di China untuk mengikuti rangkaian program yang sudah di rancang oleh panitia. Menurut Hendra, selain pertunjukan teater, China Asean Tehater Week juga diisi dengan seminar, workshop dan berbagai kegiatan perfileman.
“Nanti mahasiswa kita akan mengikuti sejumlah kegiatan. Selain tampil juga akan ada yang memberi materi seminar dan lain sebagainya,” terang Hendra.
Hendra berpandangan bahwa China Theater Week bukanlah sebuah kontes. “Ini adalah sebuah festival tempat kita bereksibisi menampilkan kebolehan. Namun, nanti juga akan ada penghargaan-penghargaan tertentu dari panitia. Kita pernah dapat juga penghargaan untuk pembicara dalam simposium disana,” sebutnya.
Tentang pertunjukan apa yang akan dibawa, menurut Hendra akan segera disiapkan dalam waktu dekat. “Yang jelas pemain sudah dipilih, jadi tinggal altihan dan persiapan-persiapan lain yang diperlukan,” pungkasnya. (rud)
















