FMB9 : “Kita Indonesia, Kita Pancasila”, Jangan Coreng Ideologi Dasar Negara

Penulis -

Selasa, 28 Mei 2019 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Jelang hari peringatan Lahirnya Pancasila 1 Juni mendatang, aksi massa yang ditunggangi faham radikalisme terjadi. Tepatnya 22 Mei lalu, bertepatan dengan hasil final pemilihan umum (Pemilu), kerusuhan besar terjadi di ibukota.

Kejadian yang sangat disayangkan di negara yang punya asas dasar Pancasila. Tantangan besar bagi negara untuk mengembalikan falsafah negara agar difahami dan diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Tantangan penguatan Pancasila inilah yang dikupas habis dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 yang digelar Kementerian Kominfo. Acara tersebut bertajuk “Kita Indonesia, Kita Pancasila: Upaya Mengadang Hoaks dan Radikalisme”, di Gedung Serbaguna, Kementerian Kominfo Jakarta, Selasa (28/5).

“Kerusuhan yang terjadi kemarin itu menjadi tantangan Pancasila. Walaupun sudah teruji kondisinya, tapi ternyata masih ada saja oknum yang mencoba menggoyahkan falsafah negara kita,” jelas Drs Sujatmiko selaku Kasubdit Kontrapropaganda Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
Foto Beb – Narasumber yang hadir

Permasalahan radikalisme dan terorisme yang terjadi dalam kerusuhan 22 Mei lalu ini terjadi karena kurangnya rasa kesatuan. Norma yang tertulis dalam Pancasila sudah tercoreng oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Kaitannya erat sekali, permasalahan radikalisme dan terorisme yang terjadi di Indonesia. Penyalahgunaan agama menjadikan radikal dan terorisme jadi penyebab perpecahan masyarakat,” tambahnya lagi.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

BNPT bekerjasama dengan Menkopolhukam berupaya untuk mengembalikan nilai-nilai Pancasila agar tidak terjadi lagi perpecahan dalam masyarakat.

“Faham (radikalisme dan terorisme) inilah yang harus kita luruskan. Kita akan bersatu berkreasi dan menyatukan masyarakat lagi. Mengaplikasikan Pancasila dalam kehidupan masyarakat,” harap Sujatmiko. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB