Pasaman, Prokabar — Arus listrik sering padam di Pasaman. Ini sudah biasa. Namun ada pula, sebagian masyarakat, saat mati lampu langsung mengumpat. PLN inilah, itulah, disengaja lah atau apalah, yang pandangannya buruk-buruk saja, terhadap PLN.
Atas hal inipun, Manager PLN ULP Lubuk Sikaping, David Yusyaf kembali angkat bicara. Letak geografis Pasaman lah yang menyebabkan arus listrik sering padam. Pohon tumbang, lereng longsor, banjir, angin ribut, rata-rata itu yang menjadi penyebab terjadinya ganguan pada jaringan PLN yang akhirnya menyebabkan arus padam.
“Arus di Pasaman saat ini hanya dipasok dari dua Gardu Induk (GI) yaitu Bukittinggi dan Pasaman Barat. Dua pasokan ini mengaliri 47.000 pelanggan. Jaringannya melintasi daerah perbukitan. Wajar kalau sering mati lampu. Jadi pinta kami, jangan ada kalimat menohok atau semacamnya yang menyalahkan kami. Kami ini selalu bekerja maksimal. 24 jam kami stand by kalau ada gangguan. Syukur-syukur kalau gangguannya di kota, kalau di tengah hutan belantara sana, hanya Tuhan yang tahu perjuangan kami,” kata David, Rabu (22/5).
Meski begitu, saat ini PLN tengah berupaya membangun Gardu Induk (GI) di Ampang Gadang, Kecamatan Panti dengan kekuatan daya 20 MVA. Ini adalah jalan keluar supaya Pasaman tidak lagi tergantung pada suplai GI di daerah tetangga dan terhindar dari hal sering mati lampu.
“Selain itu, kami juga tengah membangun enam kilometer jaringan listrik dari daerah Muaro Cubadak hingga Sumpadang, Kecamatan Rao yang akan disuplai dari Gardu Induk Koto Nopan, Sumatera Utara. Kita terus berupaya agar masyarakat Pasaman dapat memperoleh penerangan listrik dengan baik. Untuk itu kami juga meminta kerjasama semua lapisan masyarakat,” tutup David. (Ola)
















