Padang, Prokabar – PT Angkutan Sungai Danau dan Perairan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Padang, Sumatera Barat memastikan harga tiket penyeberangan dari Padang menuju Kepulauan Mentawai dan sebaliknya tidak mengalami kenaikan selama arus mudik dan arus balik 1440 Hijriah.
Manajer Usaha dan Teknik PT ASDP Indonesia Padang Nikcson Ambarita mengatakan meski memasuki jadwal mudik pihaknya tidak menaikkan tarif penyeberangan dari Padang menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai dan sebaliknya.
“Kami juga tidak menambah jadwal penyeberangan karena ketersediaan kursi yang ada cukup mengangkut seluruh penumpang,” katanya, Rabu (22/5).
Dirinya memprediksi puncak arus mudik nantinya pada H-3 dan H-4 sementara untuk arus balik nantinya diperkirakan pada H+4 dan H+6.
Pada saat mudik nanti akan banyak penyeberangan dari Kabupaten Kepuluan Mentawai menuju Kota Padang.
“Pegawai negeri dan perantau akan pulang ke Padang menggunakan kapal yang kita sediakan dan juga ada kapal cepat yang dikelola pihak swasta,” ujar dia.
Ia memperkirakan jumlah kenaikan jumlah penumpang pada tahun ini meningkat sekitar 10 hingga 20 persen dari hari-hari biasanya.
Biasanya jumlah penumpang yang menyeberang menggunakan dua kapal KM Ambu-Ambu dan KM Gambolo yang berangkat setiap harinya.
Ia mengatakan untuk tarif dari Pelabuhan Bungus Kota Padang menuju Pelabuhan Tua Peijat dikenakan tarif sebesar Rp120 untuk kelas bisnis dan Rp90 ribu untuk kelas ekonomi.
“Jumlah ketersediaan kursi yang tersedia mencapai 300 unit,” kata dia.
Pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatu baik secara teknis maupun non teknis untuk memberikan fasilitas penyeberangan kepada masyarakat.
Sebelumnya kapal milik PT ASDP telah melakukan pemeriksaan tahunan pada Desember 2017 lalu, selin itu pemeriksaan ram cek juga telah dilakukan oleh Syahbandar dan dinyatakan laik melaut.
“Kami telah lulus uji kelaikan untuk menyeberang. Keselamatan penumpang tentu menjadi target kami dalam memberikan pelayanan ini,” katanya. (*/mbb)
















