Menyimak Potret Jemaah Tarikat Syatariah di Koto Gadang VI Koto

Penulis -

Sabtu, 18 Mei 2019 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koto Gadang, Prokabar — Koto Gadang VI Koto merupakan salah satu Nagari dari 9 Nagari di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Daerah pusat pengebaran Organisasi Muhammadiyah pertama di Pulau Sumatra, bahkan pertama di luar pulau Jawa.

Meski Syatariah sudah lebih dulu masuk dan mengislamkan masyarakat Selingkar Danau Maninjau tersebut, pada akhirnya Muhammadiyah mulai menggantikan paham tertua di Tanjung Raya.

Hanya ada satu masjid dan sekelompok jemaah yang masih kuat menganut dan melestarikan tarikat Syatariah tersebut di sana. Yakni Masjid Jami’ak Nagari Koto Gadang VI Koto.

Sekitar 300 orang jemaah dengan 5 orang Tuanku (dua orang diantaranya masih dalam proses menamatkan tingkat Tuanku). Di Bulan suci Ramadan ini, setiap malam mereka tadarus dan berzikir bersama.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Khusus untuk Tuanku dan jemaah pria, melaksanakan tadarus menggunakan Kitap Tafsif Al-Quran karya Jalaluddin. Sementara, pada kaum ibu-ibu tadarus dengan melantunkan Ayat Suci Al-Quran, seperti pada umumnya jemaah lainnya.

Tarikat Syatariah merupakan salah satu paham ajaran Islam tertua di Ranah Minang. Bahkan aliran yang mengislamkan masyarakat Minangkabau secara umumnya.

Paham tersebut disiarkan melalui Guru Besar Syekh Burhanuddin dan sukses menyebar di seluruh penjuru nusantara. Berpusat di Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Raflison Tuanku Majo Lelo, Pemimpim jemaah Syatariah setempat menjelaskan guru besar mereka adalah Nurdin Tuangku Sidi Nurdin yang menyiarkan Syatariah di Batu Mangaum, Sungai Geringging. Paham tersebut berkat Asril Tuanku Sutan yang belajar ke Batu Mangaum sejak 1960 lalu.

“Setiap bulan Safar, kami selalu ikut ke Ulakan. Melakukan pengajian dan menambah ilmu ke sana. Di Sekitar Makam Syekh Burhanuddin di bulan baik itu, banyak ulama Syatariah berkumpul dan mengajarkan ilmu yang dimilikinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Datuk Katumanggungan, Tokoh masyarakat setempat menambahkan banyak keunikan dan khasanah yang mampu dikembangkan di Koto Gadang VI Koto tersebut. “Makam para syekh dan ulama terdahulu sudah banyak terlupakan. Padahal sangat penting untuk sejarah generasi penerus.” ujarnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Kami berharap lanjutnya, kepada pemerintah daerah untuk bisa memperhatikan situs-situs sejarah masa lalu. Karena sejarah merupakan cerminan masa lalu dan referensi hidup manusia saat ini dan masa akan datang.

“Tarikat Syatariah merupakan aliran tertua di Ranah Minang. Sebelum Muhammadiyah berkembang pesat di Tanjung Raya, paham ini banyak disiarkan ulama terdahulu. Termasuk Syekh Muhammad Amrullah, kakek dari Buya Hamka.” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB