Padang, Prokabar — Sepekan bulan Ramadan berjalan di Kota Padang, kawanan pengemis dan anak jalanan mulai tampak semakin ramai di kawasan pertokoan, ruas-ruas jalan dan persimpangan lampu merah.
Fenomena anak jalanan dan pengemis musiman ini sepertinya memanfaatkan moment bulan puasa hingga lebaran untuk meminta-minta pada orang yang sedang berbelanja.
Kawanan ini dapat ditemui mulai dari kawasan Bagindo Aziz Chan, Kantor Pos, jalan Permindo Pasar Raya Padang, dan salah satu yang banyak tampak di area Pasar Raya, tepatnya di kawasan toko emas. Para pengemis banyak menunggu diluar pintu toko dengan menadahkan ember bahkan ada diantara mereka yang membawa anak bayi yang masih belum bisa duduk.
Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menilai bahwa meningkatnya pengemis pada bulan Ramadan merupakan fenomena yang kerap terjadi di kota besar. “Saat bulan Ramadan semangat masyarakat untuk beramal sangat tinggi, hal inilah yang dimanfaatkan mereka (pengemis) untuk mendapat rezeki,” ujar Mahyeldi.
Terkait kondisi tersebut, dirinya telah melakukan koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja Padang. “Kita sudah meminta Satpol PP untuk melakukan operasi terhadap mereka yang melakukan aktivitas di tempat-tempat yang mengganggu ketertiban umum, seperti jalan raya, lampu merah maupun persimpangan jalan,” ungkapnya.
Ia mengimbau masyarakat yang ingin memberikan sumbangan maupun sedekah agar tidak memberikannya di tempat seperti di jalan raya, lampu merah, dan persimpangan jalan, karena dapat membahayakan diri mereka maupun pengguna jalan.
Selain itu, Mahyeldi juga mengimbau kepada seluruh camat di daerahnya agar melarang aktivitas meminta-minta sumbangan dalam bentuk apapun, seperti alasan perbaikan jalan rusak/berlubang di jalan-jalan yang dapat mengganggu arus lalu lintas maupun ketertiban umum.
“Kita tidak melarang masyarakat untuk beramal, karena memang masyarakat Kota Padang itu terkenal baik hati dan semangat berdermanya cukup tinggi. Buktinya setiap ada musibah di daerah lain, warga selalu menggalang bantuan, cuma tempatnya yang harus diperhatikan,” tutupnya. (hdp)
















