Ini Tips Dari BPOM Padang Saat Membeli Pabukoan

Penulis -

Selasa, 7 Mei 2019 - 05:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Selam bulan puasa banyak pedagang menjual minuman berwarna. Hal itu mereka lakukan semata mata untuk menarik minat pembeli.

Menanggapi hal itu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Padang terus melakukan pengawasan dengan cara uji sampel makanan dan minuman selama Ramadhan di 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Ada beberapa bahan yang digunakan pedagang dalam bulan Ramadhan yang biasanya menjadi temuan BPOM saat uji sampel. Oknum nakal biasa menggunakan bahan berbahaya seperti boraks, rhodamin dan formalin,” Kepala BPOM Padang Martin Suhendri.

Selain mengawasi, Kepala BPOM Padang Martin Suhendri juga memberikan tips makanan yang sehat dan terhindar dari bahan berbahaya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Agar terhindar dari bahan berbahaya tersebut, secara kasat mata masyarakat bisa membedakan dari warna dan tekstur. Biasanya yang mengandung pengawet seperti formalin sangat rapuh dan tidak dihinggapi lalat pada ikan. Sedangkan makanan dan minuman yang mengandung rhodamin warnanya sangat mencolok.

Sedangkan boraks biasanya dicampur bakso, mie, gorengan, kerupuk, ketupat, lontong, cimol, dan lain sebagainya. Ciri makanan yang mengandung boraks biasa berwarna sangat mencolok dari aslinya, beraroma menyengat yang mencurigakan, bahkan binatang seperti lalat pun enggan untuk menempel.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Secara kasat mata bisa juga kita deteksi, jika ada menemukan seperti diatas sebaiknya tidak dibeli,” ujarnya. (gas)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB