Belasan Ribu Warga Bengkulu Mengungsi, ACT Dirikan 5 Posko Kemanusiaan

Penulis -

Senin, 29 April 2019 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu, Prokabar — Banjir besar yang menerjang Bengkulu sejak Jumat (26/4) menyisakan belasan ribu jiwa warga dalam pengungsian. Mengutip pernyataan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, lebih dari 13 ribu warga Bengkulu terdampak banjir dan longsor. Dari jumlah tersebut, 12 ribu jiwa kini masih mengungsi.

Duka tidak hanya datang dari jumlah pengungsi banjir yang membeludak. Pasalnya, banjir juga telah menimbulkan korban jiwa. Rohidin mengatakan, 10 orang warga Bengkulu meninggal dunia, dan 8 orang masih dinyatakan hilang terbawa arus banjir.

Apra Julianda Poetra, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) mengatakan hingga hari ketiga sejak banjir melanda, Ahad (28/4), jumlah pengungsian masih masif, meski banjir perlahan mulai surut. Warga juga ada yang bertahan di sekitar rumah dengan mendirikan tenda darurat atau berteduh di posko.

“Pengungsian masih masif. Banjir mulai surut, tapi karena banyaknya pemukiman yang terendam, warga masih memilih untuk mengungsi,” ujar Apra dari keterangan tertulis yang diterima Prokabar, Senin (29/4).

Apra juga mengungkapkan, Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum yang didirikan oleh Tim MRI-ACT Bengkulu sudah bertambah jumlahnya. “Kawan-kawan dari MRI Bengkulu telah mendirikan lima posko kemanusiaan. Posko dimaksimalkan untuk mendistribusikan makanan siap saji dan logistik kebutuhan pokok pengungsi,” tambah Apra.

Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum itu tersebar di lima titik terdampak banjir maupun longsor, yakni wilayah Tanjung Jaya RT.003, Sido Dadi RT.005, Tanjung Mas RT.001 dan RT.002, serta Merpati RT.012. “Kelima wilayah tersebut dipilih karena terkena dampak yang cukup besar,” terang Apra.

Sementara dari Jakarta, Koordinator Tim Disaster Emergency Response ACT Kusmayadi menyatakan, timnya pun telah mengirimkan personel tambahan, terbang langsung menuju Bengkulu.

“Dampak banjir Bengkulu cukup masif dengan belasan ribu pengungsi. Maka kami turunkan personel tambahan dari Jakarta untuk memperkuat aksi relawan di lokasi bencana,” kata Kusmayadi.

Merangkum data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, daerah paling parah terdampak banjir meliputi Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang, Lebong, Kaur dan, Rejanglebong.

Hingga Ahad (28/4), bencana banjir maupun longsor di Provinsi Bengkulu telah menyebabkan 184 rumah rusak, 4 unit fasilitas sekolah rusak, serta ada 40 titik infrastruktur jalan dan jembatan di 9 kabupaten atau kota yang juga rusak. (*/rel)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB