Kasus Stunting Cukup Tinggi, Ini Trik Bappeda Pasaman Menanganinya

Penulis -

Rabu, 24 April 2019 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Berulang kali, koordinasi penanggulangan stunting atau keterlambatan pertumbuhan Balita sudah dilakukan Pemkab Pasaman.

Pada umumnya bersama pemerintah pusat dan provinsi. Kini giliran Badan Perencanaa Pembangunan Daerah Kabupaten Pasaman (Bappeda) turun tangan. Menyasar ke tengah masyarakat atas kasus stunting yang menjadi momok menakutkan di Pasaman saat ini.

Dimulai dari pelaksanaan rapat koordinasi bersama instansi terkait. Membahas penanggulangan kemiskinan yang terjadi di Kabupaten Pasaman.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Kita yakin, kemiskinan adalah kendala utama terjadi stunting. Makanya kita habisi dulu kemiskinan ini. Bagaimana caranya, itu yang kita fokuskan dalam rapat koordinasi ini,” kata Bupati Pasaman Yusuf Lubis didampingi wakilnya, Atos Pratama usai koordinasi, Rabu (24/4).

Diakui Bupati Yusuf, perihal himbauan dan segala macamnya untuk pencegahan stunting telah dilakukan. Meski begitu, tidak langsung berdampak progresnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Kini kita ubah pola pikir untuk sebentar. Kita atasi kemiskinan ini dulu, melalui program yang dipusatkan bersama OPD yang terkait. Itu jalan satu-satunya. Analisa kita, Balita stunting kuat kaitannya dengan kekurangan gizi. Ini berhubungan langsung dengan asupan si anak. Bagaimana asupan akan lengkap, sementara ekonomi keluarganya kocar-kacir. Itulah makanya kita juga fokuskan penanganan kemiskinan sembari penekanan kasus stunting di Pasaman,” tegas Bupati Yusuf.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Di siai lain, menurut Badan Kesehatan Dunia (BKD), Indonesia menempati urutan ke-5 tentang masalah stunting. Sementara Pasaman, menjadi salah satu daerah cukup banyak kasus stunting. Dimana Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman mencatat, angka Balita yang mengalami stunting di daerah itu mencapai lebih kurang 1.253 anak. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB