Pasaman, Prokabar — Proses rekapitulasi suara pemilu di kantor Kecamatan Rao Selatan memanas. Sampai-sampai anggota polisi yang berjaga melepaskan tembakan peringatan. Massa yang bergemuruh pun, langsung ditenangkan. Beruntung tidak ada bentrokan.
Kisruh terjadi, saat salah seorang saksi dari peserta pemilu, partai Demokrat, Takim mempertanyakan perihal adanya ketidakcocokan perolehan suara antara C1 salinan miliknya dengan C1 yang ada pada PPK.
“Pada C1 saya, ada satu suara di partai PSI, di C1 PPK tidak ada. Mana yang sebenarnya. Sayapun mempertanyakan kepada PPK,” kata Takim.
Usai bertanya itu, desakan untuk membuka kotak surat suara pun bergemuruh. Ketua PPK setempat, Zulfikar tidak mengabulkan permintaan saksi-saksi untuk membuka kotak. Sebab, itu bukan kewenangannya. Ini tidak begitu masalah.
Massa mengamuk karena ada perkataan Zulfikar yang diduga menyakiti perasaan masyarakat.
“Itu hanya satu suara partai PSI kenapa dipersoalkan. Begitu kata Zulfikar. Massa pun langsung tersulut emosi,” lanjut Adnan, salah seorang warga setempat.
Massa yang tersulut, langsung menyerbu kantor camat. Beruntung tim pengaman langsung beraksi dan berhasil direda. (Ola)
















