Padang, Prokabar — Hujan yang mengguyur Padang sejak Rabu (10/4) siang, membuat aktifitas sejumlah nelayan terhenti. Tak terkecuali nelayan di kawasan Pasia Nan Tigo, Koto Tangah, Kota Padang.
Sebagian dari mereka lebih memilih untuk memperbaiki kapal, atau hanya sekedar duduk di warung kopi. Sebagian lagi ada juga yang tetap melaut.
Intensitas hujan sedang disertai angin itu turut membawa gelombang dan membahayakan keselamatan nelayan jika dipaksakan melaut.
“Hujan seperti ini sudah biasa bagi nelayan, tapi kita juga harus tetap hati hati,”sebut seorang nelayan yang mengaku bernama Rizal, 36.
Pantauan Prokabar. Com, aktifitas bongkar ikan tetap berlanjut, meski tidak ramai. Selain duduk di kedai kopi, tampak juga nelayan yang tengah memperbaiki bagan di sekitar rumahnya.
Rizal mengakui, jika hujan turun berjam jam, maka air laut akan mengganas, dikarenakan gelombang pasang.
Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca, yang berpotensi hujan dibeberapa daerah di sumbar.
Menurut prediksi BMKG, yang dikeluarkan dari akun resmi BMK. Go. Id menyebutkan bahwa, saat pagi hari berpotensi hujan ringan di beberapa wilayah di Sumatera Barat, seperti Lima Puluh Kota, Solok Selatan, Kab. Solok, dan Pesisir Selatan. (gas)
















