Pessel, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), optimis tingkat partisipasi pemilih di daerah itu mencapai 77,5 persen pada Pemilu 2019
Kepala Bagian Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbang-pol), Hardi Darma Putra mengatakan, optimisme itu sejalan dengan berbagai sosialisasi yang dilakukan.
“Sekarang kami lebih optimis. Kalau lima tahun lalu realisasinya hanya di kisaran 69 persen,” ungkapnya kepada Prokabar Kamis (4/4) di Painan.
Indonesia pada 17 April 2019 kembali melaksanakan Pemilu. Pesta demokrasi akbar di tanah air kali ini berbeda dari yang sebelumnya.
Masyarakat tak hanya memilih anggota legislatif saja (DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR-RI dan DPD). Akan tetapi, sekaligus memilih presiden dan wakil presiden.
Adapun bentuk sosialisasi itu, lanjutnya, berupa ajakan pada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya saat hari pemilihan.
Ajakan itu melalui pemasangan pamflet dan baliho pada setiap instansi publik di daerah ini.” Di sini kita menentukan arah bangsa dan daerah lima tahun ke depan,” ujarnya.
Selain sosialisasi, optimosme tingginya tingkat partisipasi itu ditopang dengan banyaknya para calon anggota legislatif DPR-RI di Pessel.
Para kandidat otomatis turut mengajak konstituen untuk memilih. Namun, lebih dari itu, kesadaran masyarakat tentang pentingnya Pemilu juga kian tinggi.
Ketika ditanyai soal kerawanan Pemilu, ia menegaskan berdasarkan pemetaan dan koordinasi Forkompinda, Pesisir Selatan cenderung lebih kondusif.
Kendati demikian, ulasnya, pemerintah daerah menyiapkan personil keamanan dari ASN di tiap kecamatan. “Kami juga intensifkan koordinasi Forkompimda,” tutupnya,(min)
















