Pemerintah Pusat Kembali Kunjungi Pasaman, Ini Pembahasannya

Penulis -

Senin, 1 April 2019 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Stunting atau pertumbuhan anak yang lambat tidak sesuai umurnya sudah lama masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Namun progresnya membuktikan, kasus ini masih melilit para generasi penerus bangsa, umur di bawah lima tahun (Balita).

Di Pasaman saja buktinya, angka stunting cukup tinggi. Hingga menjadi salah satu daerah yang dapat perhatian khusus dari pemerintat pusat untuk menanggulangi kasus stunting.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Ini PR kita bersama, mari kita urai, cegah dan atasi yang telah terjadi,” kata Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa diwakili oleh Direktur Pelayanan Sosial Dasar Bito Wikantosa ketika sosialisasi kebijakan pengembangan SDM, dalam upaya pencegahan stunting di gedung Syamsiar Thaib, Lubuk Sikaping, Senin (1/4).

Bito Wikantosa menambahkan, upaya menurunkan angka stunting butuh dukungan kebijakan, fasilitasi serta anggaran. Tahun 2019 pemerintah pusat sudah menetapkan Kabupaten Pasaman 1 dari 160 Kabupaten/Kota menjadi wilayah prioritas pencegahan stunting secara Nasional.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sementara, Bupati Pasaman Yusuf Lubis mengatakan, menurut data tahun 2018 yang dirilis Kemendes PDT dan Transmigrasi, Pasaman merupakan kabupaten yang menjadi fokus penderita stunting disebabkan masih rendahnya ketersediaan air bersih dan kurang baiknya sanitasi lingkungan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Melalui momentum sosialisasi ini Pemerintah Kabupaten Pasaman memohon kepada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dapat membantu alokasi anggaran untuk pemenuhan sarana air minum melalui program Pamsimas dan Program Penyediaan Air Bersih lainnnya, perbaikan sanitasi lingkungan di nagari penderita stunting, pengadaan jamban, bantuan rehab rumah dan perbaikan drainase. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB