Tanah Datar, Prokabar – Sudah lima bulan berlalu, bantuan untuk korban banjir bandang Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo utara yang ditunggu tunggu tak kunjung terealisasi.
Beberapa bentuk bantuan yang pernah dijanjikan oleh pemerintah tersebut seperti, bantuan rumah, revitalisasi lahan pertanian yang terdampak, dan normalisasi sungai.

Menanggapi persoalan tersebut, Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi mengatakan jika sebagian bantuan berupa uang tunai telah diserahkan ke masyarakat dan korban tewas akibat bencana tersebut. Sementara, sisa dari bantuan masih berada di tangan pemerintah daerah dan sebagian lainnya berada di walinagari setempat.
“Secara penanganan pada waktu terjadi bencana sudah kita lakukan. Banyak bantuan yang kita terima, kemudian juga sebagian sudah kita serahkan ke masyarakat. Kita juga sudah melakukan kordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini PUPR, untuk membantu 11 unit rumah yang terdampak,” ucap Bupati.
Bupati mengatakan, jika bantuan rumah dari PUPR tersebut dapat dilakukan dengan dua pilihan, yaitu dibangun dalam satu kawasan dan dibangun di tanah masing-masing. Bagi warga yang terdampak bencana juha dapat membangun di lahan masing masing dengan tipe 36.
“Tanah sudah ada, tapi kita harus membeli tanah tersebut, dan dananya juga sudah ada, dari bantuan yang diberikan oleh masyarakat yang melihat dan dikumpul di walinagari” ujar Bupati.
Selama bencana, bantuan yang terkumpul oleh BPBD Damkar Tanah Datar sejumlah Rp212 juta lebih dan tersisa sejumlah Rp134 juta lebih. Sementara, dana yang berada di walinagari sejumlah Rp226 juta.
“Dana tersebut bisa untuk beli tanah” tambah Bupati.
Selain itu, pemerintah kabupaten Tanah Datar juga telah menerima bantuan senilai Rp10 Miliar dari pemerintah pusat yang akan diperuntukan normalisasi aliran sungai. Namun, bantuan tersebut belum bisa terealisasi karena adanya ketidaksepahaman antara masyarakat dengan pemerintah daerah.
“Cuma sampai hari ini masyarakat belum bisa satu pandangan dengan kita. Nanti sawah mereka 1 atau 2 meter akan terpakai untuk normalisasi. Sebetulnya dengan kondisi hari ini, sawah warga sulit untuk digarap karena sudah banyak bebatuan,” ungkap Bupati.
Agar normalisasi dapat terwujud, Bupati juga mengaku telah memerintahkan camat dan walinagari untuk menjelaskan terkait dampak positif dari pengerjaan normalisasi sungai tersebut.(eym)

















