Angka Putus Sekolah Di Tanah Datar Masih Tinggi

Penulis -

Rabu, 20 Maret 2019 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prikabar  –  Angka putus sekolah di Tanah Datar terus terjadi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar mencatat angka putus sekolah di Tanah Datar tahun pelajaran 2018/2019 terdata sebanyak 42 orang. Jika Dibandingkan tahun pelajaran 2017/2018, angka tersebut turun dari sejumlah 53 orang.

” Menurun sebanyak 11 orang dibanding tahun ajaran sebelumnya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Tanahdatar Riswandi.

Riswandi menjelaskan, angka putus sekolah tahun pelajaran 2017/2018 di Tanahdatar yakni sebanyak 23 orang untuk Sekolah Dasar (SD), dan 30 orang untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), dengan jumlah keseluruhan sebanyak 53 orang.
Sedangkan angka putus sekolah tahun pelajaran 2018/2019 yaitu sebanyak 23 orang untuk tingkat SD, dan sebanyak 19 orang untuk tingkat SMP, dengan jumlah keseluruhan sebanyak 42 orang.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Di tingkat SD jumlahnya masih sama dibanding tahun sebelumnya, sedangkan untuk tingkat SMP sudah ada penurunan,” ujarnya.

Riswandi mengatakan, siswa yang tidak melanjutakan pendidikan itu disebabkan sebahagian kecil karena faktor keluarga dan sebahagian besar tidak adanya kemauan dari pelajar tersebut untuk sekolah serta faktor lingkungan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Namun menurutnya saat ini tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Sebab pemerintah melalui dinas pendidikan telah menganggarkan beasiswa, baik bagi siswa berprestasi maupun tidak mampu.

“Selain itu pemerintah juga telah memberikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berupa transportasi gratis bagi siswa yang tinggal jauh dari lingkungan sekolah,” ujarnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Pihaknya tetap memberikan pemahaman kepada masyarakat serta orangtua wali murid sehingga bisa menekan dan meminimalisir angka putus sekolah di daerah itu.

“Kami tetap mengupayakan untuk menekankan pentingnya pendidikan dengan memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat maupun walimurid di Tanahdatar,” ujarnya.

Tingginya angka putus sekolah di Tanahdatar juga terlihat dari tingginya jumlah peserta ujian paket. Setidaknya, untuk ujian paket yang akan diadakan pada Ujian Nasional tahun pelajaran ini terdapat 624 peserta dari Tanahdatar.(eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB