​Abad 14, Sisir Menjadi Pembunuh Jutaan Manusia

Penulis -

Kamis, 5 Oktober 2017 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Sisir, Benda kecil tapi sangat penting. Anda mungkin pernah lupa bawa sisir saat menginap di hotel, dan hotel tidak menyediakan sisir.
Bisakah Anda sehari tak bersisir? Pernah berkelahi sama teman karena benda itu? Dimana Anda membelinya dan pasti Anda lupa berapa harganya.

Sisir adalah benda tak penting tapi perlu.  Kini, sisir terbuat dari plastik. Dulu ada sisir kayu, biasanya dibuat dari boxwood, kayu ceri, atau kayu pinus lainnya. Jika terlihat sisir kayu berkualitas tinggi, itu dibuat dengan tangan, digosok dan harganya mahal.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jika ingin merawat rambut, maka memang sebaiknya dipakai sisir kayu bergigi jarang. Ini lebih baik dari sisir plastik yang rapat.

Tentu saja kita tahu, sisir gunanya untuk menata rambut. Dulu ada sisir yang sangat rapat untuk menjatuhkan kutu dari kepala. Kini sisir bisa dibeli di warung, mini market supermarket, mall dan hampir di tempat mana saja.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Benda ini telah dipakai manusia sejak 5.000 tahun silam di Persia. Dan sisir punya sejarah kelam di peradaban manusia.

Di Eropa pernah ada kejadian yang mematikan, disebut “wabah hitam” yang menular antara lain dari air ludah dan dari rambut. Wabah ini  menyebabkan sepertiga warga benua itu tewas pada abad ke-14. Total yang tewas waktu itu di dunia sekitar 75 juta orang.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Wabah ini sebearnya tulis National Geographic adalah wabah pes yang disebabkan bakteri Yersinia pestis. Wabah ini dibawa oleh kutu tikus yang pindah ke mamalia saat si tikus mati. Kuat dugaan wabah itu menular melalui sisir yang dipakai bergantian.

Nah meski sisir adalah benda kecil, maka fungsinya banyak, juga bisa menyebabkan penyakit, minimal ketombe kawan pindah pada Anda. Maka jagalah sisir anda. (nrs)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB