BPBD Solok Selatan : 4.127 Jiwa Terdampak Gempa

Penulis -

Kamis, 14 Maret 2019 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Aro, Prokabar – Berdasarkan hasil validasi data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, sebanyak 4.127 jiwa dari 1.121 kepala keluarga terdampak gempa di tiga kecamatan.

Hal itu dikatakan Kalaksa BPBD Solok Selatan, Johny Hasan Basri di Padang Aro, Kamis (14/3) saat berakhirnya masa tanggap darurat pada Rabu (13/3).

Dikatakan, dari 4.127 jiwa terangkum dalam 1.121 Kepala Keluarga, sebanyak 1.066 jiwa tersebar di empat Nagari yaitu Sungai Kunyit 899 jiwa, Sungai Kunyit Barat, 61 orang, Talunan Maju 98 orang dan di Bidar Alam delapan orang harus mengungsi.

“Estimasi kerugian dari kerusakan yang ditimbulkan ini telah dihitung berdasarkan kajian teknis melibatkan pihak berwenang dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun demikian, hasil validasi ini juga akan diverifikasi ulang kembali nantinya,” kata dia.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Berdasarkan hasil validasi BPBD dampak gempa telah menyebabkan 1.069 rumah warga dan 94 unit fasilitas umum rusak,” katanya.

Untuk rumah katanya, 11 unit di antaranya rusak berat, 38 unit rusak ringan dan 1.020 unit rusak ringan dengan kerugian yang dialami mencapai Rp14,58 miliar.

Dia menyebutkan, rumah warga yang rusak berat dan sedang tetap berpotensi mengancam keselamatan penghuninya dan perlu segera dilaksanakan recovery.

Selain itu kehidupan dan penghidupan masyarakat terdampak bencana gempa masih terganggu.

Kehidupan masyarakat korban gempa belum sepenuhnya pulih karena sebagian besar warga masih mengungsi di tenda-tenda karena masih trauma akibat gempa bumi dan ancaman kerusakan rumah.

Dia mengatakan, pengungsi saat ini masih memerlukan bantuan logistik dan tenda.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selain itu gempa susulan masih terjadi dengan intensitas kecil dan berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG pusat, dampak gempa tidak signifikan dan telah menunjukkan tren menurun.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari Solok Selatan, Hapison mengatakan, kebutuhan logistik korban gempa selama masa tanggap juga telah dilakukan dan total bantuan yang masuk ke tim komando tanggap darurat bencana gempa sebanyak 61 item.

Bantuan tersebut katanya berupa beras 13.479 kilogram, mie instan 1.208 dus, makanan siap saji 209 paket, rendang 246 bungkus, 140 paket makanan tambahan Balita dan sebagainya.

Lalu ada juga bantuan berupa uang sebesar Rp644,641 juta dan masih ada bantuan yang belum cair dan sedang proses pencairan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Saat ini korban masih membutuhkan sejumlah tenda karena mereka masih banyak yang mengungsi.

Kepala Dinas Kesehatan Solsel, Novirman mengatakan sebanyak 639 orang korban mengalami gangguan kesehatan hingga hari terakhir masa tanggap darurat bencana yang mayoritas menderita ispa dan demam.

Untuk layanan kesehatan yang diberikan kepada korban bencana dilakukan setiap hari dan dilaporkan setiap hari juga.

Untuk melayani korban gempa yang mengalami gangguan kesehatan pihaknya membuka delapan posko dan tersebar pada setiap wilayah terdampak.

“Guna melayani korban gempa kami melibatkan tenaga dari seluruh Puskesmas yang ada dan pengobatan diberikan secara gratis dan layanan ini terus berlanjut hingga masa transisi tanggap darurat bencana,” katanya. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB