Pasaman, Prokabar — Kinerja Dinas Sosial Pasaman mulai diragukan warga. Pasalnya, sudah bulan Maret pula tahun ini, Bantuan Beras Sejahtera (Rastra) tahun 2018 lalu, belum juga terealisasi penuh.
Mengumpat warga dibuatnya. “Dari bulan September hingga Desember 2018 lalu pendistribusian Rastra di daerah Kecamatan Mapattunggul Selatan belum juga beres. Alasannya akses jalan menuju daerah kami rusak, padahal selama ini juga rusak. Itu bukan alasan,” kata salah satu keluarga penerima manfaat (KPM) program Rastra di Nagari Muaro Sungai Lolo, Ani (50).
Diakui Ani, penyaluran bantuan Rastra gratis tahun lalu hanya sampai Agustus 2018. Setiap KPM dijatah 10 kilogram per bulan.
Sementara itu, Barilas (35), warga Patomuan Mapattunggu Selatan lainnya mengatakan dirinya sangat membutuhkan beras tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.
“Beras gratis itu sangat berharga buat keluarga kami, apalagi dengan kondisi sekarang hasil pertanian seperti karet dan gambir sangat murah harganya. Biasanya, hampir tiap bulan Rastra itu ada, tapi sampai sekarang mulai bulan September hingga Desember 2018 lalu belum juga sampai Rastra itu ke kampung ini. Saya berharap pemerintah Kabupaten Pasaman segera menangani persoalan ini,” tegasnya.
Di sisi lain, keterlambatan penyaluran bantuan program Rastra dari bulan September sampai Desember 2018 lalu, diakui Kepala Dinas Sosial Efka Emi.
“Hal itu disebabkan karena kondisi jalan menuju kecamatan Mapattunggu Selatan waktu itu sedang rusak parah, sehingga proses pendistribusian sulit dijangkau dengan truck. Pendistribusian ke daerah itu hanya bisa diantar dengan mobil gardan dua, dan itu pun jika kondisi jalan tidak terlalu parah,” jelasnya.
Menurut Efka Emi, Rastra untuk Kecamatan Mapattunggul Selatan sekitar 40 ton lebih, dan separuhnya sudah sampai di daerah itu. (Ola)
















