​Bisnis Kopi dan Sejarahnya

Penulis -

Selasa, 3 Oktober 2017 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG, PROKABAR – BISNIS kopi tahun ini tetap jadi primadona. Dari kafe gaul hingga bergaya pondok kopi tepi jalan, selalu jadi rebutan masyarakat urban kekinian. Tapi taukah Anda, bisnis yang sudah menjadi lifestyle ini berasal dari mana? 
Adalah Ethiopia, Benua Afrika. Biji kopi ditemukan dunia di sana pada abad ke-9. Sejak itu, kopi melangkah keluar. Dibawa oleh pedagang Arab yang tersohor sebagai penjelajah dunia. Sejak itu, kopi ada dimana mana, menembus ruang dan samudra. Pada 1998 di Amerika saja ada 2.000 gerai Starbuck. Belum lagi di belahan dunia lainnya, kopi sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari dinamika kehidupan. Maka muncullah warung kopi mulai dari kaki lima, hingga kelas atas.

Kopi, kata penikmatnya, adalah cinta dalam gelas. Ajakan “ngopi yuk,” sebenarnya tidak lagi soal kopi tapi kongkow di suatu tempat. Minum kopi pakai gula, tapi kata ahli kopi bagus tanpa pemanis. Harganya pun beragam hingga jutaan rupiah per cangkirnya.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Bisnis kopi di Indonesia, berdenyut sejak dahulu kala. Kopi sudah menjadi bagian hidup. Ngobrol politik hingga menggosip, kopi jadi teman setia. 

Data yang diperoleh Prokabar.com, saat ini kebun kopi di Indonesia sekitar 1,24 juta hektare. Dari luas itu, lebih 900 hektare kebun kopi robusta, sedang kopi yang lebih enak arabica hanya 307 hektare saja. Sekitar 90 persen kebun kopi itu milik rakyat. 

Diprediksi, produksi kopi Indonesia dalam rentang 8 tahun ke depan, 900 ribu ton sampai 1,2 juta ton per tahun. Merujuk data 2015, produksi Indonesia 741 Kg kopi robusta/hektare dan 808 Kg arabica/hektare. Di Vietnam jauh di atas itu, apalagi Brazil.

Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) menyebutkan Indonesia menjadi penghasil kopi keempat terbanyak di dunia, sayang hanya 17 persen arabica. 

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Daftar yang dirilis organisasi ini menyebutkan, lima negara produsen kopi terbesar di dunia untuk 2014, yaitu : 

  1. Brasil          : 45,342,000

  2. Vietnam     : 27,500,000

  3. Kolombia   : 12,500,000

  4. Indonesia   : 9,350,000

  5. Etiopia        : 6,625,000

Sedang 5 negara eksportir kopi terbesar di dunia tahun yang sama yaitu :

1. Brasil             : 36,420,000

2. Vietnam        : 25,298,000

3. Kolombia      : 10,954,000

 4. Indonesia     : 5,977,000

  5. India             : 5,131,000

Langkah Hebat Kopi

Menurut rujukan umum, wikipedia, kata kopi berasal dari bahasa Arab qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini.

Dari sekian banyak jenis biji kopi yang dijual di pasaran, hanya terdapat dua jenis varietas utama, yaitu kopi arabika dan robusta Masing-masing jenis kopi ini memiliki keunikannya masing-masing dan pasarnya sendiri. 

Jika Anda memesan kopi, nama-nama ini mungkin akan ditemui: Cappuccino, kopi tubruk, irish coffee,kopi hitam, espresso, latte, café au lait, caffè macchiato, dry cappuccino, frappé, kopi instan, melya, moka, oleng dan kopi luwak. Semuanya hanya hasil olahan dari peracik kopi, atau barista.

Lalu untuk sahabat prokabar, apa kopi favorit anda? Dan sudahkah anda mengopi hari ini? (laf)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB