Revisi RPJMD, Pemkab Pessel Turunkan Asumsi Laju Pertumbuhan Ekonomi

Penulis -

Selasa, 12 Maret 2019 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), menurunkan asumsi laju pertumbuhan ekonomi daerah dalam revisi RPJMD 2016-2021.

Kepada wartawan beberapa hari yang lalu, Kepala Bappeda-Litbang, Yozki Wandri mengatakan, penurunan melihat dari trend pertumbuhan ekonomi nasional dan provinsi yang cenderung melambat sejak 2014.

“Karena sejak dua dekade terakhir trend kita seirama dengan laju pertumbuhan nasional dan provinsi,” ujarnya.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Dalam perubahan RPJMD 2016-2021, Pemkab Pessel mematok ekonomi daerah pada 2019 hanya tumbuh sebesar 5.50 persen.

Asumsi tersebut tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan sebelum ada perubahan yang mematok pertumbuhan hingga 6,46 persen.

Selain pengaruh pertumbuhan nasional, lanjut Yozki, laju pertumbuhan ekonomi daerah juga terpapar karena pelemahan ekonomi dunia.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Akibatnya berdampak pada sektor yang selama ini masuk sebagai penyumbang tertinggi seperti sektor pertambangan, pertanian dan penggalian.

“Makanya RPJMD yang lama harus kita revisi. Karena sudah tidak relevan lagi dengan kondisi kekinian, utamanya ekonomi global,” ungkapnya.

Kendati demikian, pemerintah daerah tetap optimis sejumlah sektor ekonomi daerah bakal mampu tumbuh di atas enam persen.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Beberapa sektor itu antara lain pada penyediaan akomodasi, makanan dan minuman. Sektor transportasi serta pegudangan.

Selain itu, katanya, sektor perdagangan. Informasi dan komunikasi. Konstruksi serta jasa. Pertumbuhan itu berbanding lurus dengan geliat pariwisata daerah.

“Namun yang perlu diketahui, terhitung sejak 2017, laju pertumbuhan ekonomi kita mulai di atas renata nasional dan provinsi,” tutupnya.(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB