Puluhan Miliar, Pemkab Pessel Alokasikan APBD Untuk Pengadaan Lahan

Penulis -

Selasa, 12 Maret 2019 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengalokasikan Rp40 miliar APBD untuk pengadaan lahan bagi kepentingan publik di 2019.

Kepala Dinas Tata Ruang, Pertanahan dan Pemukiman (Pertankim) Pessel, Mukhridal mengatakan, sebagian besar lahan disiapkan untuk pembangunan proyek infrastruktur yang dibiayai APBN.

“Sebab penyediaan lahan merupakan tanggungjawab daerah,” ujarnya pada wartawan beberapa waktu lalu di Painan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Berdasarkan catatan Dinas Pertankim, pada tahun ini pemerintah daerah bakal menyiapkan lahan seluas tujuh hektare untuk proyek Pelabuhan Panasahan.

Untuk Panasahan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah menyiapkan peta bidang lahan yang bakal dibebaskan. Selanjutnya akan dihitung tim penilai soal besaran ganti kerugian.

Persiapan pembangunan jalan dua jalur Painan-Bukit Putus dan Bungapasang-Sago. Rencana pembangunan Rumah Sakit Pratama seluas empat hektare di Lengayang.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Normalisasi Batang Pelangai di Ranah Pesisir. Selain itu, pengadaan lahan untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bukik Ameh di Kecamatan Koto XI Tarusan seluas 400 Hektare.

“Untuk KEK kami siapkan Rp22 miliar. Secara total, kebutuhan lahan yang dibutuhkan di 2019 ini sekitar 450 Hektare,” jelasnya.

Ia mengimbau semua pihak agar dapat memudahkan proses pengadaan lahan. Semua lahan yang terdampak proyek bakal diganti sesuai dengan nilainya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Mekanisme penggantian lahan meliputi tanah, tanaman dan bangunan yang ada di atasnya. Apalagi, pembangunan yang dilakukan pastinya berdampak positif bagi daerah dan masyarakat.

“Karena selama ini salah satu kendala pembangunan adalah susahnya proses penyediaan lahan,” tutupnya.(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB