Agam, Prokabar – Badan Pengawas Obat dan Makanan Pusat memuji masyarakat Kabupaten Agam yang telah sangat baik dalam teliti mengkonsumsi makanan dan kosmetik. Pasalnya, dua pertemuan kegiatan pemberdayaan dihadiri 400 orang tersebut sangat antusias mengikuti dan mengerti kiat-kiat makanan sehat dan aman tersebut.
Kasubid Pemberdayaan Konsumen BPOM Pusat, Lilit Neno Aji mengatakan selama diskusi dan pemberian materi kepada 400 orang dalam dua pertemuan tersebut sudah sangat paham dan kritis menjaga pola makan dan obat-obat mereka.
“Alhamdulillah di sini sudah pada cerdik semuanya Pak, jadi saya juga senang. Ternyata peranan Balai Besar POM Padang kami di sini sudah sangat baik, sehingga kami hanya menambahkan saja beberapa apa yang perlu ditambah,” ungkap Lilit Neno Aji kepada Prokabar.com, usai melaksanakan pemberdayaannya kepada masyarakat.
Ia melanjutkan Alhamdulillah, mssyarakat di sini sudah sangat baik, bisa menerima dan melaksanakan keamanan pangan. Terkait adanya usulan masyarakat agar pengawasan sampai ke tingkat kecamatan, perlu tahapan yang harus dilalui. Butuh pembahasan dan kajian terlebih dahulu antara DPR RI dengan Kementerian Kesehatan RI pada sebuah pembahasan Rapat Paripurna.
” Meski demikian, saat ini kita sudah memiliki Kantor perwakilan di daerah selain BPOM Padang, yakni kantor loka di Payakumbuh. Untuk kedepan kita akan berusaha di setiap daerah bisa terealisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Iqbal menambahkan Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi keseluruh Tokoh Masyarakat dapat mempercepat realisasi pengawasan bersama-sama. “Kita harus mensukseskan Germas Sapa atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman,” terangnya.
Iqbal menambahkan kunci mewujudkan masyarakat sejahtera berkeadilan itu adalah bagaimana bisa menikmati hidup sehat dan aman dari makanan berbahaya. “Masyarakat kita harus bisa mengenal dan menjahui makanan mengadung zat berbahaya. Kesadaran itu akan membuat pola hidup mereka jauh dari penyakit dan lancar mencari nafkah,” terang Anggota DPR RI Komisi IX tersebut.
Sehat lanjutnya, sangat mudah dan murah. Akan tetapi bila sudah sakit, apalagi sudah parah dan emergensi, sangat mahal biaya pengobatannya. Meski sudah ada BPJS, tetap saja memiliki keterbatasan dan kelemahan. “Untuk itu, kita bercita-cita agar masyarakat benar-benar hebat menjaga kesehatannya dengan aman pangan dan sehat,” pungkasnya. (rud)
















