Bupati Pessel Ungkap Siapa Investor yang Serius di KEK Bukik Ameh

Penulis -

Sabtu, 2 Maret 2019 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Hendrajoni mengatakan, adanya siapa investor yang serius dalam mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bukik Ameh.

Menurutnya, pemilik modal mengaku sangat berminat memnanamkan investasinya di Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh itu.

“PT Poa Agro Industri. Untuk investasi awalnya di kisaran Rp2 triliun,” ungkap Hendrajoni pada wartawan, Sabtu (2/3).

Rencana pengembangan KEK Bukik Ameh dimulai sejak 2017. Tahap demi tahap pembentukan terus berlangsung. Konsultasi publik untuk Amdal telah dilakukan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sesuai Undang-undang (UU) Nomor 39 tahun 2009, KEK dikembangkan melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geo ekonomi dan geo strategis.

Keberadaannya berfungsi menampung kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional.

Mandeh dinilai salah satu kawasan yang cocok dijadikan KEK pariwisata. Saat ini, lanjutnya, lahan seluas 400 HA yang dipersyaratkan sudah tersedia.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan unsur ninik mamak dan warga sekitar.” Anggaran pengadaannya pun sudah siap Rp15 miliar,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Pessel telah menyampaikan soal investor itu pada menteri pariwisata. Kementerian berjanji dalam penyiapan masterplant.

Sedangkan kementerian koordinator kemaritiman, tambahnya, juga bakal memfasilitasi soal izin lingkungan dan Amdal.

“Saya optimis. Bahkan saya sampaikan di Kemenpar, mereka (calon investor) tidak akan berubah,” ujarnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata, Hadi Susilo, membenarkan keseriusan investor itu Bukik Ameh. Progresnya hingga kini terus berlangsung.

Keduabelahpihak masing-masing kini tengah menyiapkan semua persyaratan administrasi.” Kita telah beri mereka jalan,” sebutnya.

Ketika ditanyai tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RT/RW), dirinya mengaku keberadaan KEK Bukik Ameh sudah terakomodir di dalamnya.

Pemerintah daerah bersama DPRD telah menyepakati revisi Perda tentang RTRW, sehingga tidak ada persoalan dalam pengembangan KEK, tutupnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB