Seniman Minang Serba Bisa Itu Meninggal Dunia

Penulis -

Kamis, 28 Februari 2019 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Berita duka datang dari dunia seni Sumatera Barat. Artis serba bisa, Nedi Gampo menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (28/2) pukul 07.30 WIB.

“Innalillahiwainnailaihi rojiun

Telah berpulang salah seorang seniman Minang  Nedi Gampo hari ini jam 7.30 di RS Ibnu Sina Padang ..

Mudah mudahan amal baik diterima oleh Allah Swt dan keluarga yang ditinggalkan tabah menerima cobaan ini” tulis informasi yang beredar di media sosial.

Nedi Gampo yang juga Caleg DPRD Provinsi dari Partai Gerindra ini dikenal sebagai seniman kocak. Puluhan album minang sudah ditelurkan, baik solo maupun duet dengan penyanyi lain.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Jelang menghembuskan nafas terakhir, Nedi Gampo dikenal aktif sebagai penyanyi KIM. Almarhum sudah berkeliling Indonesia membesarkan kesenian khas Minangkabau ini. 

Nedi Gampo semasa hidup dikenal sebagai penyanyi dengan sentuhan lirik yang mengocok perut. Dengan ciri khas Ratok Garah, lelaki bertubuh agak ke(me)kar ini tiada duanya dijaman-jaman tersebut. 

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Kendati dibumbui humor, namun Nedi Gampo lewat liriknya leluasa menyuarakan kritikan sosial, ya salah satunya tersaji di album “Dimakan Caciang”.

Tak urung, lagu-lagunya populer di tengah masyarakat. Sebut saja “Jawinar”, “Ondeh Amak”, “Pesangon”, “Mabuak”, “Dukun Dianggap Tuhan”, dan “Antaro Kain Baduang jo Kain Kafan”. Kemunculan lagu-lagu itu, sempat mencuri perhatian penikmat musik Minang waktu itu.

Sejumlah Album yang pernah ditelurkan oleh Nedi Gampo di antaranya, 

1. Sagalo Gadang tahun 1993 Produksi Pitunang Record

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

2. Pisau Silet tahun 1995 Produksi Gita Virma Record

3. Aki Suak tahun 1996 Produksi Baramas

4. Jawinar tahun 1998 Produksi Gita Virma Record

5. Bangku Angek tahun 2000 Produksi Gita Virma Record

6. Uwia-uwia Mintah Gatah tahun 2001 Produksi Gita Virma Record

7. Diamakan Caciang tahun 2005 Produksi Gita Virma Record

8. Angguak-angguak Geleng tahun 2007 Produksi Gita Virma Record

9. Barangkek Kosong tahun 2008 Produksi Balada Record.

(laf/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB