Pasaman, Prokabar — Mendekati Pemilu 17 April, Badan Pengawas Pemilu sudah menyasar seribu lebih masyarakat.
Mereka adalah kaum milenial, mahasiswa, bahkan kaum perempuan yang diajak ikut serta mengawasi jalannya Pemilu.
“Kami meminta masyarakat, jika ada kecurangan-kecurangan dalam Pemilu, seperti politik uang, serangan fajar atau adanya ASN, TNI atau Polri dan perangkat nagari gang ikut berkampanye untuk dilaporkan,” kata Ketua Bawaslu Pasaman, Rini Juita, Minggu (24/2).
Diakui Rini, Pemilu kali ini adalah pemilu yang sangat rumit dan sulit, apalagi dengan digabungkannya pemilihan legislatif dan presiden.
“Tingkat pelanggaran dan kecuragan diprediksi akan lebih meningkat, sebab persaingan teramat ketat apalagi banyak masyarakat yang belum paham tata cara memilih dan apa itu demokrasi. Karena itulah kami gencar mengedukasi masyarakat, terutama di Pasaman,” tukas Rini. (Ola)
















