Kisah Zainal, Tukang Pijit Favorit Di Lubuk Basung

Penulis -

Sabtu, 23 Februari 2019 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Sore itu seorang bapak paroh baya mendatangi sebuah rumah kayu di tepi jalan raya Lubuk Basung. Tepatnya Jorong Sikabu, Nagari Kampuang Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Bapak itu bernama Mursidi (52), adalah langganan setia Zainal (67) sejak beberapa tahun belakangan. Di saat tubuhnya terasa pegal dan sakit, ia selalu mendatangi Zainal untuk berurut.

“Saya sangat senang mendatangi Pak Zainal. Seluruh tubuh saya diurut dengan seksama. Badan dan tubuh awalnya terasa sakit, Alhamdulillah membaik karnanya. Selain Izin Allah, tentu berkat pengobatan melalui beliau,” tutur Mursidi.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Saya lanjutnya, selalu berlangganan dengan beliau. Selain enak dan nyaman, tarif tidak ditentukan. “Yang penting ikhlas,” katanya.

Zainal lebih dikenal dengan sebutan Mak Enan. Beliau lahir 1952, asal Jorong Kukuban, Nagari Maninjau. Ilmu memijit didapat dari ayahnya yang juga asli warga setempat.

“Usaha ini sudah saya mulai sejak tahun 1973. Kepandaian didapat dari ayah saya bernama Rukun Sutan Mangapo. Saya terus melanjutkan usaha ini, sejak almarhum sudah meninggal dunia,” kata Mak Enan.

Setiap hari, rata-rata orang berkunjung untuk berurut tidak lebih 20 orang. Kecuali di hari libur, biasanya hari yang sangat padat. Pelanggan biasanya berasal dari selingkar Lubuk Basung, Kota Padang, Tanjung Mutiara dan Ampek Nagari. “Mereka rutin sekali seminggu datang ke sini,” ujarnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Zainal memiliki istri bernama Yusmaniar (50). Memiliki 5 orang yang telah berkeluarga semuannya. Selain tukang pijit, Ia juga bertani dan mengolah sawah dengan hasil sekitar 1000 sukek.

“Saya sangat senang kehadiran seseorang datang dengan ketulusan hati untuk meminta bantuan. Terutama mengurut tubuhnya. Namun saya sangat terusik ketika ada orang hanya menguji-uji kemampuan sihir kepada saya,” terangnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Seringkali Zainal menjadi korban ilmu gaib dari seseorang. Padahal beliau mengaku tidak memiliki kemampuan khusus, kecuali untuk mengobati orang dengan jasa pijit ini. “Meski ada orang jahat, saya hanya serahkan kepada Yang Maha Kuasa. Semoga semua kebaikan selalu menyertai saya,” ungkapnya.

Kemampuan tersebut sudah diturunkan ke 3 anak mereka, namun belum sepenuhnya. Sehingga, bila Ia mangkat nanti, anaknya tersebut sudah bisa melanjutkan profesi tukang pijat. “Selain mendapat membantu orang dan ibadah, setidaknya dapat menambah pendapatan sehari-hari,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB