Padang Pariaman, Prokabar —Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Padang Pariaman kembali gencar melakukan penindakan dan pengamanan sejumlah pemuda tawuran dan wanita malam yang mengganggu ketertipan dan keamanan masyarakat. Penindakan berlangsung sengit akhir pekan lalu.
Kepala Bidang Transtibum Satpol PP Padang Pariaman, Afet mengungkapkan, pada Sabtu dan Minggu lalu, mereka terus mencegah anak-anak muda yang melakukan tawuran pada tengah malam.
Berdasarkan hasil lidik dari unit intel yang dilakukan dari pukul 21.15 WIB sampai pukul 01.47 WIB berhasil mengamankan 3 orang remaja. Sekitat pukul 03.25 WIB, petugas kembali berhasil mengamankan 2 orang beserta beberapa alat-alat yang akan dipergunakan untuk tawuran.
“Dengan diamankannya 5 orang ini, sehingga rencana mereka hendak tawuran berhasil kami gagalkan,” ungkapnya.
Selain melakukan pencegahan tawuran yang sering terjadi, penegak Perda Kabupaten Padang Pariaman ini juga menggelar razia ke kafe-kafe mesum. Informasi tersebut lanjutnya, bermula dari laporan masyarakat Jorong Batang Tapakis, Nagari Sintuk, Kecamatan Sintoga, ada sebuah kafe yang melakukan aktifitas mesum. Pada pukul 12.30 WIB dari hasil lidik unit Intel Pol PP, benar adanya aksi yang melanggar Perda
“Setelah melakukan lidik, pukul 02.35 WIB tim Satuan Polisi Pamong Praja langsung meluncur ke Kafe Ance dengan kekuatan 19 personil dan 4 kendaraan. Giat tersebut sempat mendapat perlawanan dari sejumlah wanita malam yang akan diamankan.
“Dari aksi tersebut kami berhasil mengamankan 4 orang wanita dari kafe tersebut. Mereka dibawa ke mako dan diserahkan ke penyidik atau PPNS Polisi Pamong Praja untuk ditindak lanjuri sesuai aturan yg berlaku,” terangnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut banyak kendala yang terjadi. Seperti masih terbatasnya sarana dan prasarana Satpol PP, kendaraan operasinal Pol PP yang sudah tidak layak lagi.
“Saat ini kendaraan patroli sudah banyak yang tidak sehat. Kami butuh kendaraan yang lebih layak, minimal 2 unit. Serta mini bus yang sehat dan layak pakai, sebanyak 2 unit. Dan hal ini dapat dipahami pimpinan kita,” pungkasnya. (rud)
















