Parit Malintang, Prokabar — drg. Mairiza membuat takjub semua jajaran Dinas Kesehatan dan masyarakat Padang Pariaman. Pasalnya, meski menyadang gelar dokter gigi, ia mampu melakukan terobosan, merintis posyandu khusus untuk Remaja.
Al kisah berawal keprihatinannya terhadap telah banyaknya generasi muda melakukan penyimpangan sex bebas hingga terjangkit HIV dan AIDS.
Terkait terobosan tersebut ia diganjal penghargaan dari Pemerintah Bupati Ali Mukhni usai melaksanakan upacara gabungan di halaman kantor Bupati.
“Saya prihatin dengan kasus HIV dan perilaku seks bebas anak-anak kita saat ini. Saya akan dukung apapun kegiatan yang dilaksanakan oleh para tenaga medis tersebut,” ungkap Bupati Ali Mukhni.
Bupati melanjutkan secara pribadi dan pemerintah daerah, tidak ingin kasus-kasus kesehatan terjadi dan bahkan terus meningkat. Jangan sampai kita terus berada di peringkat tiga besar daerah yang memiliki kasus penyakit HIV dan penyakit seksual lainnya di Sumatera Barat,” jelasnya.
Ia melanjutkan sangat apresiasi dan dukungannya terhadap gerakan Posyandu Remaja yang digagas drg. Meirizal dan tim dokter dari Puskesmas Sintuk Toboh Gadang (Sintoga). Program tersebut pertama dan satu-satunya dari 25 puskesmas yang ada di Padang Pariaman.
Gerakan Posyandu Remaja tersebut, dimulai awal 2017 lalu. Berawal keprihatinannya adanya kasus HIV yang menimpa salah seorang warga Sintoga. Beberapa kasus seks bebas yang menimpa anak-anak usia 10-18 tahun juga mulai meningkat.
“Kegiatan Posyandu Remaja, kami adakan rutin satu bulan sekali di kantor Wali Nagari Sintoga. Mengundang anak-anak remaja, dan menjelaskan tentang bahaya serta pengaruh negatif prilaku seks bebas. Terkadang, kami jelaskan secara vulgar, supaya mereka takut melakukannya lagi,” jelas dr. Meirizal.
Selain mengadakan kegiatan Posyandu Remaja, tim dokter dari Puskesmas Sintoga juga rutin melakukan kunjungan ke sekolah SMP dan SMA di Kecamatan ini, untuk memberikan penyuluhan serta bimbingan kesehatan. “Posyandu Remaja ini merupakan satu satunya di Sumatera Barat. Dan kami berharap program terus berkelanjutan dan menjadi percontohan kepada puskesmas se Sumatra Barat,” pungkasnya. (rud)
















