Pessel, Prokabar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), bakal memanggil pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Zein Painan terkait buruknya kualitas pelayanan.
“Memang banyak keluhan masyarakat tentang pelayanan kesehatan di sana,” kata Ketua Komisi IV Bidang Kesehatan, Sosial, Agama dan Pendidikan DPRD Pesisir Selatan Marwan Annas pada Prokabar.com di Painan, Rabu (13/2).
Menurutnya, hal ini jauh perbedaan antara manajemen yang lama dengan yang ada saat ini.
Lanjut ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Pessel itu mengatakan, penurunan dapat dilihat dari berbagai pengaduan dari masyarakat dalam beberapa bulan terakhir.
Seperti diberitakan sebelimnya,
Kalau masalah oksigen. Oksigen itu tidak kurang. Sekarang RSUD agak turun pelayanannya dibandingkan manajemen sebelumnya.
Dan lebih parahnya lagi, soal kosongnya dokter spesialis jantung,” nah ini yang menjadi tanda tanya besar bagi kami nanti, sebab dokter spesialis ini sangat perlu dihadirkan, karena masyarakat Pessel tentu lebih banyak mengdindap penyakit mematikan itu,” ujarnya.
Pihaknya RSUD M. Zein sama sekali tidak pernah koordinasi dengan Komisi IV, seyogiyanya Kabid atau Kasi itu memang ahli di bindangnya.
Memang, kini banyak keluhan masyarakat terhadap pelayanan. Orang yang meninggal itu memang akibat pelayanan yang lalai, ungkapnya.
“Masalah dokter jantung. Dulu memang ada. Kalau pihak RSUD M. Zein berupaya menghubungi Kemenkes tentu hal itu tidak lah sulit. Kita (Dewan) tentu siapkan lobi dengan dia (Kemenkes),” ulasnya.
Manajemen yang dulu, dokter jantungnya itu bisa bertahan. Tapi sekarang hanya bertahan selama enam bulan. Dan manajemen kini tidak ada upaya untuk mencarinya.
Nanti kalau lima tahun tidak ada dokter jantung, kita takut BPJS akan memutus kerjasama dengan pihak RSUD M. Zein sendiri.
Ia mencontoh, dulu di RSUD Pratama Tapan, Dirutnya Sutarman juga seperti itu. Kerjasama dengan BPJS tidak ada. Artinya RSUD Pratama itu sudah sama dengan Puskesmas.
“Apalagi kini RSUD Pratama Tapan itu tengah bermasalah hukum. Kami di Dewan juga mengupayakan BPJS itu gratis. Kami berupaya daerah terpencil bisa tersentuh layanan kesehatan. Kami akan panggil juga Sutarman nanti.”
“Tadi dia (Sutarman) sudah saya telpon. BLUD harusnya bisa menyediakan dokter jantung sendiri, tak perlu harus menunggu dari Pemda. Secapnya akan kita panggil. Itu sesuai jadwal dari hearing Dewan. Kalau kini kita panggil alasannya banyak,” tutupnya,(min)
















