​Idul Adha Hari Jumat, Bolehkah tidak melaksanakan Shalat Jumat?

Penulis -

Kamis, 31 Agustus 2017 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Hari raya Idul Adha tahun ini jatuh pada Hari Jumat, tidak ada perbedaan pelaksanaan Shalat Ied, kecuali pengikut Tarekat Naqsabandiyah. Naqsabandiyah berhari raya pada Kamis (31/8/2017).
Pada Hari Jumat, umat islam, khususnya yang laki laki, mengerjakan dua shalat jamaah, yaitu shalat ied dan shalat jumat. Tapi ini muncul pertanyaan, bolehkah tidak melaksanakan Shalat Jumat, dan diganti dengan Shalat Zuhur?

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Menurut ustadz Irsyad Syafar, ada beberapa pandangan ulama tentang persoalan ini. Jumhur sebagian ulama menyatakan tidak gugur jumat. Tetap wajib shalat jumat. Sedangkan Syafiiyah, menyatakan gugur bagi yang jauh di pelosok saja. Lalu Hambali menyatakan gugur jumat bagi yang sudah Ied, kecuali imam, tetap wajib.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

“Maka, masing masing pendapat ini bisa dipakai, karena punya hujjah dan dalil. Tidak mutlak juga pendapat jumhur menjadi paling benar. Dlm situasi yg pas, pendapat yg bkn jumhur menjadi kuat. Seperti juga saat bayar zakat fitrah, yg menurut jumhur tdk boleh pakai uang,” terang Ustad Irsyad Safar.

“Maka mari saling menghormati,” sambungnya.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban merupakan salah satu hari sangat penting bagi umat islam. Bagi yang menunaikan ibadah haji 10 Zulhijjah merupakan puncak dari pelaksanaan haji. Sedangkan umat muslim lain, pada hari raya ini melakukan ibadah kurban. Tahun ini kebanyakan masyarakat menyembelih hewan kurban pada Hari Sabtu. (laf)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB