Mentawai, Prokabar.com – Puluhan warga Si kakap, Pagai Utara Selatan, Kepulauan Mentawai, mengungsi ke dataran yang lebih tinggi pasca gempa menghoyak kawasan tersebut sabtu (2/2) sore.
Meski tak menimbulkan tsunami, namu warga yang bermukim di pesisir pantai tetap waspada dan masih takut untuk tidur didalam rumah. Mereka terpkasa mendirikan tenda darurat.
Sementara itu, rentetan aktivitas gempa yang mengguncang Kepulaun Mentawai, Sumatra Barat dan sekitarnya pada Sabtu petang 2 Februari 2019 merupakan jenis gempa megathrust dengan kedalaman dangkal kurang dari 20 kilometer. Pusat gempa ini terletak di laut pada jarak 29 km arah barat daya Kota Sikakap, Pagai Utara.
Hingga pukul 18.55 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi aktivitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak 31 kali, dengan kekuatan magnitudo terbesar M=5,9. Ada 4 aktivitas gempa yang guncangannya dirasakan oleh masyarakat yaitu megnitudo 5,3 6,1 5,3 dan 5,9.
Adapun lokasi pusat gempa yang aktif saat ini terletak di antara segmen yg belum pecah dan yang sudah pecah pada tahun 2007 dan 2010.
Perlu diketahui bahwa, sebelumnya di zona ini pernah terjadi gempa kuat pada 13 September 2007 dengan kekuatan M=8,5 dan M=7,9. Selanjutnya pada 26 Oktober 2010 juga terjadi gempa dengan M=7,8. (gas)
















