Pasaman, Prokabar — Harga cabai terjun bebas di Pasaman. Para petani pun mulai was-was. Berbanding terbalik dengan para ibu rumah tangga, yang tersenyum sumbringah.
“Sudah dua pekan ini harga cabai murah di Pasaman. Jumlah penjualan pun meningkat drastis. Rata-rata ibu rumah tangga melebihkan stock cabainya di rumah, makanya cabai laris -manis,” kata Andi, salah seorang pedagang kebutuhan dapur di Pasar Lama Lubuk Sikaping, Sabtu (2/2)
Diakui Andi, harga cabai terjun bebas dari harga Rp25 ribuan per kilogram menjadi Rp20 ribu hingga tercatat Rp16 ribu pada pekan kemarin.
“Sekarang malah bertengger di harga Rp14 ribu,” kata Andi.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Peindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman, Ishak mengakui anjloknya harga cabai di pasar tradisional di Pasaman lantaran diserang cabai dari Medan.
“Banyak cabai dari daerah tetangga yang menyasar beberapa pasar di Pasaman. Seperti cabai medan yang harga jualnya berada di harga Rp14 ribu per kilo. Sementara untuk cabai dari petani Pasaman harga jual per kilonya berada di harga Rp20 ribu. Karena ada yang murah, makanya cabai Pasaman tergeser dari lirikan konsumen,” kata Ishak.
Belum ada tindakan pasti atas gejolak harga cabai yang terjadi di Pasaman. Diakui Ishak, dari pengalaman pantauan pihak dinas, anjloknya harga cabai ini tidak akan berlangsung lama. (Ola)
















