Pasaman, Prokabar — Masyarakat di Nagari Padang Gelugur, Kecamatan Padang Gelugur terpaksa gigit jari. Saat nagari lain sudah mulai membangun nagari melalui pemerintahan nagari, masyarakat Padanf Gelugur hanya bisa pasrah.
Mereka digantung tak bertali. Sebab, walinagari yang menanf dalam pemilihan walinagari beberapa waktu lalu, tak kunjung dilantik oleh Pemkab Pasaman.
“Kami mencium aroma politik yang sangat kuat. Wali terpilih, Saharuddin dikait-kaitkan dengan orang dekat mantan bupati sebelumya. Terlepas dari itu, masyarakat secara demokrasi memilih Saharuddin sebagai pemimpin. Sudahlah Pemerintah Pasaman, sudah hampir habis pula masa jabatan, masih juga menganiaya masyarakat badarai,” kata Rahmad, salah satu tokoh pemuda Padang Gelugur.
Kisruh tertundanya pelantikan wali terpilih, Saharuddin ini ternyata sudah berlarut-larut. Sampai-sampai, dihearingkan di DPRD Pasaman.
“Hasilnya, tidak ada alasan Pemkab Pasaman untuk tidak melantik Saharuddin. Hearing akhir tahun lalu Pemkab berjanji bakal menyelesaikan masalah ini dengan rentang waktu tiga minggu, namun tak kunjung. Makanya kami melayangkan surat resmi untuk meminta penjelasan pada Pemkab Pasaman tertanggal 25 Januari kemarin,” kata Ketua DPRD Pasaman, Yasri.
Di sisi lain, Ketua Komisi A DPRD, M. Mardinal mengaku, diduga Pemkab Pasaman sengaja mengundur-ngundur pelantikan Saharuddin lantaran beda arah politik waktu Pemilukada beberapa waktu lalu.
“Kuat dugaan itu. Kalau tidak, apa alasan Pemkab Pasaman belum melantik Saharuddin, ditanya persyaratan Saharuddin saat mencalon, kata Pemkab lengkap. Ditanya ada masalag, tidak ada jawab Pemkab. Lalu apa lagi, kasihan masyarakat. Gara-gara mengedepankan ego, masyarakat jadi teraniaya. Nanti demo masyarakat, baru tau rasa,” kata M. Mardinal.
Pantauan Prokabar.com, waktu hearing beberapa waktu lalu, Bupati Yusuf lubis melalui jajarannya berjanji bakal sesegera mungkin melantik saharuddin. Namun, sampai sekrang tak terealisasi. (Ola)
















