Warga Pariaman Antusias Sambut Gebu Pala

Penulis -

Kamis, 24 Januari 2019 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pariaman, Prokabar – Ketua Umum Kadin Sumbar H. Ramal Saleh punya cara untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Salah satunya menggelorakan penanaman komoditi ekspor di Sumbar. Selasa (22/1) penanaman pala yang dikemas dalam Gerakan Seribu Hektar Pala (Gebu Pala) dilakukan di Kota Pariaman. Untuk tahap pertama diserahkan 500 batang bibit pala.

Empat titik Gebu Pala di Kota Pariaman, yaitu di Desa Cubadak Air, Desa Sungai Pasak, Desa Rambai dan Desa Cubadak Mentawai. Masing-masing titik diberikan oleh Ramal Saleh bantuan tahap pertama 100 batang bibit pala, selanjutnya akan ditambah 100 batang bibit pala lagi.

Menurut Ketua Umum Kadin Ramal Saleh, Gebu Pala ini adalah gerakan untuk memancing masyarakat menanam komoditi yang bernilai tinggi. Tahap awal ini dilakukan untuk tanaman pala.

“Sebagai Ketua Kadin saya bantu masing-masing desa atau nagari sebagai percontohan sebanyak 200 bibit pala,” kata Ramal Saleh yang didampingi oleh Ketua Kadin Bidang Permodalan Syahril D. dan Komite Tetap Bidang Informasi Gusfen Khairul.

Bantuan bibit pala ini disambut antusias oleh masyarakat. Di Desa Sungai Pasak, pengelolaan bibit pala bantuan ini dilakukan oleh Bumdes Seipa Saiyo. Nantinya kepada masyarakat dibagikan bibit pala ini, dengan syarat masyarakat membuat lobang untuk penanaman terlebih dahulu.

“Kami berterima kasih bantuan bibit pala ini, semoga masyarakat menanam dan merawatnya,” kata Kepala Desa Sungai Pasak Ansharudin.

Di tiga titik lainnya di Kota Pariaman, Gebu Pala diserahkan langsung oleh Ketua Kadin Ramal Saleh yaitu di Cubadak Air yang diterima langsung oleh Kepala Desa Abdul Hamid, di Desa Cubadak Mentawai diterima oleh Kepala Desa Syamsurizal dan di Desa Rambai diterima oleh Kepala Desa Arif Fuadi.

Dipilihnya tanaman pala oleh Ramal Saleh, karena memang cocok untuk daerah di Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kabupaten Agam, Pasaman Barat, Kabupaten 50 Kota dan Kabupaten Solok. “Tanaman Pala mudah tumbuh, relatif tidak memiliki musuh, pasar ekspor sangat terbuka dan harga jualnya bersaing,” kata Ramal Saleh yang saat ini juga mencalonkan diri sebagai Anggota DPD RI.

Jika saja satu rumah keluarga memiliki 25 batang pohon pala, maka setelah 3,5 tahun setiap batangnya akan berbuah 3 kilogram sehingga ada hasil 75 kilogram pala. Dengan asumsi harga Rp40 ribu per kilogram maka setiap keluarga akan mendapat tambahan pendapatan Rp3 juta. (rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB