BKSDA Sarankan Pesisir Tanjung Mutiara Jadi Kawasan Ekosistem Esensial

Penulis -

Minggu, 20 Januari 2019 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – Khairi Ramadhan, Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Sumbar menyarankan kepada Pemeritah Daerah untuk menjadikan Pesisir Pantai dan Muara Kecamatan Tanjung Mutiara, terutama di Nagari Tiku Lima Jorong sebagai Kawasan Ekositem Esensial. Hal tersebut disampaikannya saat prokabar turut mengikuti kegiatan pemantauan Buaya Bertelur di Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, beberapa hari lalu.

Menurutnya, lokasi tersebut sangat cocok dan dapat dimanfaatkan sebagai potensi wisata minat khusus. Kawasan Ekositem Esensial atau disingkat KEE sendiri merupakan ekosistem di luar kawasan hutan konservasi yang secara ekologis penting bagi konservasi keanekaragaman hayati, mencakup ekositem alami dan buatan dan berada di dalam atau di luar kawasan hutan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Ada tiga tipe dari KEE ini. Yakni Tipe ekologi seperti mangrove, karst, gambut, dan perairan darat atau lahan basah. Kedua tipe lanscape didalamnya termasuk habitat endemik dan lintasan satwa liar. Dan ketiga tipe pencadangan sumber daya alam didalamnya termasuk taman keanekaragaman hayati,” ungkap Khairi.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ia melanjutkan, keuntungannya sangat banyak. Selain dapat mempersempit ruang gerak perburuan satwa dilindungi dan liar, juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata minat khusus. “Dan terobosan ini bila terwujud, jelas menjadi peningkatan pendapatan daerah dan perekomonian masyarakat nantinya,” urainya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Pemerintah Daerah, Baik Pemerintah Provinsi Sumatra Barat maupun Pemerintah Kabupaten Agam, dapat menganggarkan untuk konservasi sendiri. “Dari sisi akademisi atau keilmuan, juga akan meningkatan wawasan dan ilmu pengetahuan masyarakat Sumatra Barat nantinya,” pungkas Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Sumatra Barat tersebut. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB