Surat Terbuka Ketua Komisi IV DPRD Padang untuk Pemprov Sumbar Soal CFD di Khatib Sulaiman

Penulis -

Sabtu, 19 Januari 2019 - 01:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Rencana Pemerintah Provinsi Sumbar menjadikan Jalan Khatib Sulaiman sebagai lokasi Car Free Day (CFD) menuai reaksi Ketua Komisi IV DPRD Padang, Maidestal Hari Mahesa. Dia menyayangkan rencana tersebut, karena akan banyak dampak yang ditimbulkan.

Menurut Esa – sapaan Maidestal – kebijakan itu harus dikaji secara mendalam. Sebab, jalan Khatib Sulaiman merupakan jalur utama yang banyak terdapat sarana kesehatan berupa rumah sakit dan usaha investasi.

“Apakah sudah ada pendataan berapa rumah sakit apalagi disana? ada rumah sakit khusus jantung. Juga usaha investasi. Jadi kebijakan itu menurut saya tidak dikaji secara mendalam,” katanya.

Selain itu nanti tentunya juga akan banyak masyarakat yang akan berjualan di lokasi itu. “Apakah itu juga sudah dikaji dan bisa diatur nantinya,” katanya.

Dia sebagai Ketua Komisi IV DPRD Padang memprotes dan menentang rencana itu. “Kami akan buat surat secara resmi melalui pimpinan DPRD Padang untuk disampaikan ke Gubernur ,” katanya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berikut kutipan lengkap surat terbuka tersebut:

“Surat Terbuka untuk Dispora dan Pemerintah Propinsi Sumbar”

Sebagai Ketua Komisi 4 Dprd Kota Padang Saya Sangat Menyayangkan Jl Khatib Sulaiman dijadikan Lokasi Car Free Day dan ditutupnya Jalan tersebut setiap hari minggu pagi…

Pertanyaannya apakah sudah dikaji kah utk dijadikan Car free day tersebut…?
Tujuannya Car free day disana apa…selain utk olahraga, kan jg nantinya berdampak ke pariwisata dan perekonomian masyarakat…

Apakah sudah didata Di sana ada beberapa rumah sakit, ada rumah sakit jantung malahan… dan beberapa usaha investasi yg cukup besar di sana… ada beberapa hotel, dan usaha lainnya…menurut saya kebijakan dan program yg sangat tidak dikaji secara mendalam…

belum lagi jika dampak car free day tsbt, banyak masyarakat kita tentunya akan berdagang disana… mau tidak mau, suka atau tidak suka Saya Pastikan masyarakat akan berbondong bondong yg punya jiwa dagang akan mengejar lokasi tersebut…apakah sudah diatur dan apakah bisa utk diatur nantinya…? Dan apakah nanti jika dilarang akan tidak membuat membuat mereka kecewa…?

Menurut saya Kebijakan tersebut akan membuat gaduh dan merugikan kota Padang tentu nantinya…

Apalagi juga berdekatan dgn GOR H. Agus Salim…sebagai anggota Anggota DPRD Padang dan Ketua Komisi 4 DPRD Kota Padang saya protes ini dan Menentang dgn Kebijakan ini…dan tentunya saya sebagai anggota DPRD Kota Padang yg juga dapil saya serta sebagai ketua komisi 4 akan segera buatkan suratnya melalui pimpinan DPRD Kota Padang untuk teruskan ke Pemerintah Propinsi Sumbar

Jangan coba coba begitu, harusnya kaji dulu… dan berapa banyak masyarakat pengguna dan jalan tsbt yg akan terganggu…jika ingin membantu perekonomian utk “membantu masyarakat ” melalui dispora dan pemprov buat jg kebijakan atau event/ program yg bisa mengangkat perekonomian atau paling tidak pengembangan kota, contohnya buat ke daerah Baypass atau ke daerah bungus, Lubuk kilangan atau arah Pauh sana… agar pemprop dan pemko juga bisa membangun ekonomi, sarana prasarana wilayah pinggiran kota padang dan juga masyarakatnya… masa bisanya hanya ditempat yg sudah ramai bgtu…

#Kalau tidak salah Dulu juga sudah dibuatkan Carfree Day di jalan Sudirman…tapi ga jalan juga…

H Maidestal Hari Mahesa SSos MM
Ketua Komisi 4 DPRD Padang
Hp/ WA 08126605934

Sebelumnya diberitakan mulai Minggu 20 Januari 2019 dan setiap akhir pekan ke depan, kawasan Khatib Sulaiman akan diterapkan “Car Free Day” (CFD) atau bebas kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. Penutupan jalan akan dilakukan mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Program CFD ini sangat bagus. Karena, program ini akan memberikan peluang bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas di pagi hari pada akhir pekan. Apalagi, bagi mereka yang berkeluarga, mereka dapat bersantai dengan berolahraga, jalan santai, bersepeda atau berkegiatan lain,” ujar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, usai rapat persiapan CFD di Istana Gubernur.(mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB