​Weno : Pengaturan Lalu Lintas Harus Jadi Prioritas 

Penulis -

Senin, 14 Agustus 2017 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Kota Padang sudah berusia 348 tahun. Usia yang sudah sangat matang. Sejumlah kemajuan diraih, namun di berbagai sektor masih perlu pembenahan.

Salah satunya transportasi publik. Kemacetan masih menjadi Pemandangan sehari-hari. Sesak nafas pengendara itu harus dicarikan solusinya. “Tak hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan,” ujar Weno Aulia Durin di Padang, Senin (14/8).

Ironisnya kata pengusaha ini, persoalan tersebut terus berlangsung tanpa ada solusinya, seperti terlihat di Jalan Prof Hamka kawasan Air Tawar, Simpang Haru, Khatib Sulaiman, Rasuna Said, sepanjang Jalan M Yamin, Jalan Pemuda, Jalan Perintis Kemerdekaan dan lainnya.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Kondisi demikian terutama pada jam-jam sibuk seperti pulang aktivitas kantor pada sore hari dan waktu lainnya. “Pemicunya parkir sembarangan dan rekayasa lalu lintas yang belum tepat,” lanjutnya.

Untuk itu, ujar pria yang digadang-gadangkan sebagai kandidat Walikota Padang ini harus segera dicarikan solusinya. “Sejak lama sudah diwacanakan akan dilakukan jalur satu arah di sejumlah titik macet itu. Ini harus diaplikasikan. Tentu dengan segala resiko untuk tujuan yang lebih besar,” lanjut pimpinan sejumlah perusahaan itu.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Alumni SMA 2 Padang dan Universitas Andalas ini mengingatkan, Pemko tentu harus menggandeng instansi lain secara bersama untuk mewujudkan hal itu, terutama kepolisian, forum-forum masyarakat dan lainnya.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Termasuk dalam pembenahan parkir. “Jangan setengah-setengah, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat luas dan keselamatan jiwa,” tuturnya.

Soal pembangunan jalan oleh provinsi dan Kementerian, Pemko harus proaktif terus mendorongnya. Tentu dengan serius dalam pembebasan lahan. “Mungkin pola-pola pendekatan ke masyarakat atau pemilik lahan perlu diubah dengan mengutamakan transparansi dan solusi yang lebih cerdas,” ulasnya. (laf)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB