Penumpang Bus Meningkat Pasca Lonjakan Tiket Pesawat, Ini Tanggapan Organda Sumbar

Penulis -

Selasa, 15 Januari 2019 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Penumpang bus trayek Padang – Jakarta meningkat drastis pasca melambungnya harga tiket pesawat yang ditetapkan maskapai penerbangan dengan rute yang sama. 

“Idealnya harga tiket untuk penerbangan domestik itu minimal satu juta, supaya angkutan bus kembali bisa berkembang. Sekarang harga tiket mahal kita juga tidak mau, karena bisa membunuh pengusaha maskapai. Kita sama pengusaha, jadi sama-sama untung lah,” kata Ketua Organda Sumbar S. Budi Syukur kepada media, Selasa (15/1/) di Padang.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Meski diuntungkan, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumatera Barat (sumbar) juga tidak mendukung kenaikan harga tiket yang terlalu mahal. Karena sama-sama berdampak kepada kedua transportasi tersebut.

Disaat harga tiket pesawat murah, pengusaha bus akan terpekik, karena pengusaha bus sudah menginvestasikan uangnya yang sangat besar di bidang itu.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Satu bus saja kata Budi, ada sekitar dua miliar uang yang di investasikan. 

Jika harga pesawat murah, Otomatis penumpang akan memilih pesawat dibanding bus, karena lebih cepat sampai tujuan.

“Kalau tiket pesawat murah, mereka akan rugi. Siapa yang bertanggungjawab? Oleh sebab itu, kita meminta pemerintah agar menetapkan harga yang ideal agar pesawat dan bus sama-sama untung,” jelasnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Budi Syukur juga mengakui, beberapa bulan terakhir ini penumpang bus trayek Padang-Jakarta dan Padang-Medan kembali meningkat.

“Berdasarkan data organda,  biasanya masing-masing PO hanya memberangkatkan satu bus dalam sehari. Dibanding dengan sekarang bisa memberangkatkan tiga sampai empat bus dalam satu hari,” tambahnya. (gas)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB