Padang, Prokabar – Sumatera Barat (Sumbar) berpotensi diterjang tsunami yang bisa terjadi kapan saja terutama di daerah pesisir pantai. Bahaya tsunami berlaku bagi semua daerah pesisir pantai di Sumbar. Terdapat tujuh daerah pesisir pantai di Sumbar.
Pemicunya bisa diakibat tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia (Sesar tegak atau miring) di zona megathrust di kawasan Mentawai dan Kemudian sesar Sumatera.
Hal itu disampaikan Pakar Tsunami Institut Teknologi Bandung (ITB) Hamzah Latief disela-sela kegiatan Semiloka dan FGD pengenalan dan kajian awal konvergensi adaptasi perubahan iklim (API) dan pengurangan resiko bencana dalam kebijakan dan perencanaan metropolitan PALAPA, khususnya kawasan pesisir di kantor Bappeda Sumbar, Selasa (15/1).
“Kami sering melakukan penelitian disini, bahayanya ya sepanjang itu, mulai dari abrasi, gelombang besar dan pastinya tsunami,” jelasnya.
Menurutnya, potensi gempa yang menyebabkan tsunami itu ada. Sisa energi gempa itu masih ada.
“Mudah-mudahan tidak keluar dalam skala besar yang menyebabkan tsunami yang besar. Kita berharap energi itu keluar perlahan sehingga tidak memicu tsunami,” katanya.
Dilanjutkannya Anca, panggilan akrab Hamzah Latif, pemerintah daerah harus mengatur tata ruang yang baik agar bahaya ini bisa diminimalisir, kemudian ditambah dengan memperkuat pengetahuan masyarakat soal tsunami serta memperbanyak shelter.
“Harusnya salah satu mitigasi itu dengan mengatur tata ruang. Apalagi Padang ini kebanyakan masyarakat tinggal dibawah radius 15 meter dari permukaan laut,” jelasnya.
Disampaikannya, pemerintah pusat dan para peneliti harus mengakaji lebih dalam lagi soal tsunami, dan memberikan perhatian khusus untuk Padang (Sumbar).
“Memberikan pemahaman kepada masyarakat sangat sehingga terjadi tsunami tidak banyak memakan korban,” tegasnya.
Dia melihat Padang sudah cukup baik soal mitigasi dengan membangun shelter di daerah yang dekat dari pantai. Namun ditegaskannya lagi, sistem bermukim masyarakat harus diatur lagi.
“Kalau kita lihat masyarakat kebanyakan membangun dan bermukim di pinggir pantai, seharusnya ini perlahan diatur,” tukasnya. (*/mbb)
















