Padang, Prokabar — Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) berencana akan membuka menara Masjid Raya Sumbar dibuka untuk umum.
Renacananya, akses menuju puncak menara akan menunggu proses serah terima (PHO) dari pelaksana proyek selesai atau diperkirakan Juli 2019.
“Pemandangan dari atas sangat indah, apalagi menjelang matahari terbenam. Kami buka untuk kepentingan pariwisata,” ucapnya Jumat (11/1).
Lebih lanjut ia mengatakan, Masjid Raya Sumbar merupakan salah satu ikon pariwisata baru di Sumbar dan Kota Padang. Karena memiliki desain masjid dan lanskap yang unik. Menara setinggi 85 meter itu terdiri atas dua balkon yang bisa dimanfaatkan untuk menikmati pemandangan Kota Padang, baik laut, maupun gunung.
“Pemandangan Kota Padang terlihat sangat bagus dari sini,” ucapnya.
Nantinya, balkon pertama berada pada tingkat ke 12 dan bisa dicapai dengan anak tangga atau lift dengan kapasitas angkut 12 orang. Sementara balkon kedua yang lebih tinggi harus dicapai dengan menaiki puluhan anak tangga melingkar yang sebagian dari beton dan sebagian dari besi.
Irwan menuturkan, pengelolaan menara tersebut bakal diserahkan sepenuhnya kepada pengurus Masjid Raya Sumbar. Hal itu sebagai salah satu sumber pendapatan untuk membiayai operasional yang tidak sedikit.
Kemungkinan masyarakat atau wisatawan yang ingin naik ke puncak menara harus membayar tiket dengan harga yang ditetapkan kemudian.
“Teknisnya nanti disesuaikan dengan aturan,” katanya.
Secara umum, kata Irwan, pembangunan seluruh bagian Masjid Raya Sumbar termasuk menara dan lanskap taman telah selesai dikerjakan dengan hasil yang cukup baik.
Namun kelaikan dan kesesuaian pekerjaan dengan kontrak akan diperiksa kembali oleh tim sebelum serah terima PHO pada Juni 2019. (hdp)
















