Bukittinggi, Prokabar – Pemerintah Kota Bukittinggi mengatakan jumlah sampah kiriman dari luar Bukittinggi diperkirakan dalam sehari mencapai 17-19 ton.
Kepala Seksi Pengelolaan Sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bukittinggi Eko Herdinandes mengatakan, perkiraan ini berdasarkan hasil kajian yang dilakukan pihaknya.
“Hitungan kita, sampah kita perhari berkisar 88 ton. Itu asalnya dari rumah tangga, pasar dan wisata, namun faktanya jumlah yang kita temukan malah 105-107 ton sehari,” ungkapnya, Rabu (9/1).
Menurutnya, hal ini berarti banyak orang dari luar daerah yang “numpang” buang sampah di Bukittinggi dan sulit sekali untuk mengontrolnya. Sampah yang dibuang, rata-rata sampah rumah tangga.
“Kita sering razia sampah, rata-rata yang tertangkap buang sampah, KTPnya berasal dari luar. Mereka membuang sembarangan saja, misal di trotoar atau pinggir jalan. Kendati mereka membuangnya di TPS yang ada di Bukittinggi, kita tetap tak perkenankan sebab mereka tak berkontribusi terhadap pemerintah,” ungkapnya.
Untuk mengatasi masalah ini, Eko berharap pihak Kelurahan, RT/RW maupun Satpol PP mau meningkatkan pengawasan sehingga sampah liar ini bisa dicegah.
“Harus semua terlibat untuk mengatasi persoalan ini,”ungkapnya.
Selain sampah liar kiriman dari luar, kata Eko, sampah yang berasal dari Pedagang Kaki Lima juga berperan terhadap tonase sampah perharinya di Bukittinggi. Hanya saja, jumlahnya tak terlalu signifikan yakni sebesar 800 kilogram perharinya.(*/mbb)
















